Buka konten ini

JEPANG tidak akan mengakui negara Palestina dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York pekan depan (22/9). Keputusan yang diklaim diambil Jepang untuk menjaga hubungan dengan Amerika Serikat. Hal itu dilaporkan surat kabar Asahi kemarin (17/9) mengutip sumber pemerintah yang tidak disebutkan namanya.
Beberapa negara, termasuk Inggris, Prancis, Kanada, dan Australia, telah menyatakan akan mengakui kedaulatan Palestina di Majelis Umum PBB pekan depan. Total dari 193 negara anggota PBB, 149 di antaranya sudah lebih dulu mengakui Palestina.
Hindari Tanggapan Tegas
Seperti dilansir Reuters, Menteri Luar Negeri Jepang, Takeshi Iwaya, menghindari tanggapan tegas terhadap pengakuan Palestina. Meski, negaranya mengutuk tindakan militer Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza.
”Mengenai pengakuan kenegaraan Palestina, pemerintah sedang melakukan penilaian menyeluruh. Pertanyaan yang tersisa adalah kapan itu akan terjadi, kapan waktunya,” kata Iwaya di Tokyo.
”Yang penting adalah tercapainya perdamaian. Jadi, dalam hal mendukung kemajuan perdamaian dan proses perdamaian, apa yang paling efektif dan praktis adalah sesuatu yang sedang kami pertimbangkan secara serius,” imbuhnya.
Desakan Anggota Parlemen yang Non-Partisan
Sebelumnya, seperti dilaporkan Kyodo News, sekelompok anggota parlemen Jepang yang non-partisan, termasuk anggota Partai Demokrat Liberal yang berkuasa, mengajukan petisi berisi 206 tanda tangan kepada Iwaya yang berisi desakan agar pemerintah Jepang mengakui Palestina.
Namun, dengan Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba melewatkan pertemuan PBB pekan depan, arah kebijakan pemerintah Negeri Matahari Terbit sudah bisa diterka.
Di dalam G7, Jerman dan Italia juga menyebut bahwa pengakuan langsung Jepang terhadap Palestina adalah kontraproduktif. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO