Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Sertifikasi guru madrasah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih jauh dari tuntas. Dari total 2.797 guru, baru 683 orang atau sekitar 24 persen yang sudah mengantongi sertifikat.
Ketua Tim Seleksi Guru Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Kepri, Tuti Masruchah, menyebutkan masih ada 2.109 guru yang belum tersertifikasi. Jumlah terbanyak berada di Kota Batam dengan 975 orang, disusul Bintan 305 orang, Karimun 277 orang, Natuna 222 orang, Tanjungpinang 159 orang, Lingga 92 orang, dan Anambas 79 orang.
“Total yang sudah tersertifikasi ada 683 guru. Sisanya masih menunggu kesempatan,” ujar Tuti, Selasa (16/9).
Mulai 2025, aturan sertifikasi semakin ketat. Guru yang ingin mengikuti sertifikasi wajib memiliki pengalaman mengajar minimal dua tahun. Syarat ini, kata Tuti, menjadi kendala utama bagi banyak guru madrasah.
Selain itu, guru harus terdaftar di aplikasi Education Management Information System (EMIS). “Yang diutamakan juga adalah guru yang sudah lulus pretest dua tahun sebelumnya,” jelasnya.
Meski begitu, tahun ini cukup banyak guru madrasah di Kepri yang dipanggil untuk mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). “Jumlah pastinya sedang kami verifikasi,” pungkas Tuti. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GALIH ADI SAPUTRO