Buka konten ini

MADRID (BP) – Perdana Menteri (PM) Spanyol, Pedro Sanchez, menyerukan agar Israel dilarang tampil dari ajang olahraga internasional kemarin (16/9). Hal itu menyusul aktivis pro-Palestina yang terus melakukan demontrasi dalam ajang balap sepeda dunia, Vuelta a Espana, khususnya dalam etape terakhir di Madrid pada Minggu (14/9) waktu setempat. Hal itu lantaran tim Israel, Israel Premier Tech, ikut serta.
Berbicara kepada anggota Partai Sosialisnya, Sanchez mengatakan bahwa Israel, seperti halnya Rusia, seharusnya tidak diizinkan berkompetisi dalam olahraga internasional karena kampanye militer di Gaza. ”Organisasi olahraga harus mempertimbangkan apakah etis bagi Israel untuk terus berpartisipasi dalam kompetisi internasional. Mengapa mengusir Rusia setelah invasi Ukraina dan tidak mengusir Israel setelah invasi Gaza?” kata Sanchez seperti dilansir Associated Press.
Sebelumnya, Rusia memang telah dicekal dari olahraga internasional. Atletnya masih bisa bertanding, tetapi tidak boleh mencantumnya nama negaranya. ”Sampai kebiadaban ini berakhir, baik Rusia maupun Israel tidak boleh berada dalam kompetisi internasional apa pun,” tegas Sanchez.
Lempar Benda ke Trek, Bentrok dengan Polisi
Efek demonstrasi pro-Palestina, etape pemungkas Vuelta dipersingkat, termasuk tanpa seremoni di podium. Hal itu karena para pengunjuk rasa pro-Palestina melemparkan benda-benda ke trek maupun merusak pagar penghalang. Mereka juga bentrok dengan polisi di dekat garis finis. Pihak berwenang mengatakan dua orang ditangkap dan 22 orang terluka, tetapi tidak ada yang terluka parah.
Hanya Hapus Nama di Baju Balap
Pemerintah Spanyol sebelumnya telah meminta panitia Vuelta agar tim Israel Premier Tech mengundurkan diri dari perlombaan. Akan tetapi, tim tersebut hanya menghapus namanya dari baju balap dan masih ikut dalam perlombaan hingga akhir.
Direktur balapan Vuelta, Javier Guillen, membela keputusannya untuk membiarkan tim Israel tetap berlomba. ”Kami harus mematuhi norma-norma Asosiasi Balap Sepeda Internasional (UCI). UCI-lah yang mengatur hak masuk ke balapan,” kata Guillen.
Diserang Balik
Seruan PM Spanyol mendapat respons dari Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar. Melalui unggahan di X, Saar menyebut Sanchez sebagai antisemit dan pembohong. Wali Kota Madrid yang konservatif, Jose Luis Martinez-Almeida sampai PM Denmark Mette Frederiksen juga mengkritik Sanchez lantaran ”melegitimasi” aksi demonstran.
Frederiksen bisa jadi kesal dan mendukung kemarahan pembalap dari negaranya, Jonas Vingegaard, yang tidak bisa merayakan gelar juara Vuelta di podium.
”Saya ingin memuji para atlet dan semua orang yang tidak merusak suasana bagi orang lain,” tulis Frederiksen di Instagram. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO