Buka konten ini
BATAM (BP) – Aliran air bersih di sejumlah kawasan Nongsa mati sejak Senin (15/9) pagi. Hingga malam hari, air tak kunjung mengalir, membuat warga kelabakan memenuhi kebutuhan harian.
Tika, warga Perumahan Nongsa, kaget begitu bangun pagi mendapati air di rumahnya sudah tidak mengalir. Padahal, Senin pagi itu cukup sibuk karena ia harus bekerja dan keponakannya berangkat sekolah.
“Mulai jam 6 pagi air mati, padahal Senin itu hari sibuk. Kami benar-benar kelabakan karena tidak ada persiapan,” keluhnya. Ia terpaksa membeli air galon bermerek untuk memasak dan kebutuhan mendesak. Air isi ulang biasa pun sudah habis diborong warga sekitar.
“Untuk kebutuhan MCK pakai air galon. Sejak pagi sudah habis delapan galon. Air isi ulang tidak ada, sudah habis dibeli warga lainnya,” tambahnya.
Hal senada dialami Mira, warga lain. Ia menyebut kondisi makin berat karena mati air terjadi tanpa pemberitahuan lebih dulu.
“Kalau ada info sebelumnya, pasti kami sempat menampung air. Ini tidak ada pemberitahuan, jadi bingung. Sampai malam belum nyala juga,” ucapnya saat ditemui pukul 18.30 WIB.
Sementara itu, Humas Air Batam Hilir, Ginda Alamsyah, menyebut gangguan terjadi akibat kebocoran pipa utama berdiameter 500 milimeter di depan Symphony Land, Nongsa.
“Matinya air disebabkan perbaikan kebocoran. Saat ini tim teknis masih bekerja di lapangan. Kami belum bisa memastikan kapan selesai, tapi perbaikan dilakukan maksimal agar aliran segera normal,” jelas Ginda.
Gangguan suplai ini berdampak pada sejumlah kawasan, di antaranya Buana Vista, Gardan Raya, Panorama, The Hill, Bukit Raya, Bandara Selebriti, Green Nongsa City, Gia Residence, Puri Sasmaya, Green Medina, Kebon Pisang, Duta Bandara, Deluxe Residence, Devely Residence, Bintang Raya, Citra Mas, dan sekitarnya.
Untuk mengurangi dampak, Air Batam Hilir menyiagakan mobil tangki air minum. Pelanggan yang membutuhkan dapat mengoordinasikan permintaan melalui Ketua RT, RW, atau kelurahan setempat.
“Kami mohon pelanggan melapor melalui kanal resmi agar bisa segera ditindaklanjuti. Ada call center, WhatsApp, hingga aplikasi resmi Air Batam Hilir,” kata Ginda. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : Jamil Qasim