Buka konten ini

USIANYA memang sudah 73 tahun. Tapi, Sushila Karki berjanji akan menunaikan tugas sebagai perdana menteri (PM) Nepal sesuai dengan yang garis yang dikehendaki Gen-Z alias anak-anak muda yang telah menumbangkan pemerintahan sebelumnya.
Prioritas utamanya adalah membasmi korupsi. Korupsi yang merajalela ini pula yang menggerakan anak-anak muda Nepal ke jalan yang berbuntut mundurnya PM Khadga Prasad Sharma Oli.
“Kami harus bekerja sesuai dengan cara berpikir Gen-Z,” katanya kemarin (15/9), pernyataan pertamanya sebagai PM sejak dilantik pada Jumat (12/9) pekan lalu.
Dia tak mengelaborasi lebih lanjut apa yang dia maksud bekerja sesuai pola pikir generasi yang seumuran dengan cucunya. Yang jelas, mantan ketua Mahkamah Agung Nepal berusia 73 tahun itu dipilih juga dengan cara yang anak muda banget: lewat jajak pendapat di platform Discord, meski harus melewati negosiasi intens antara pihak militer, Presiden Ram Chandra Paudel, dan perwakilan Gen-Z.
Total penduduk Nepal sekitar 30 juta. Mengutip AFP berdasarkan data Bank Dunia, seperlima dari warga yang berusia 15-24 tahun menganggur.
Kerusuhan yang terjadi dalam dua hari pekan lalu mengakibatkan 72 orang meninggal dan 191 terluka. Itu kerusuhan terburuk sejak berakhirnya perang saudara dan ambruknya monarki pada 2008.
Sudah Pilih Tiga Menteri
Harus menyiapkan pemilu dalam waktu tak sampai sebulan lagi. Juga, kudu menata ulang negara yang baru dihembalang revolusi. Tapi, Karki memilih menyusun kabinet kecil saja.
Salah satu ajudannya menyebut kepala pemerintahan/negara pertama di dunia yang dipilih melalui jajak pendapat itu hanya akan memilih 15 menteri di kabinet. Penunjukannya juga bertahap.
”Ada tekanan untuk menunjuk seseorang sebagai menteri dalam negeri dan keuangan guna memulihkan keadaan normal, menanamkan harapan di antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk komunitas bisnis, dan memberikan rasa lega kepada publik. Itulah sebabnya ia memilih beberapa orang terbaik dengan integritas profesional yang terbukti,” ujar ajudan yang enggan disebut namanya itu kepada Kathmandu Post, kemarin (15/9).
Tiga orang nama sudah dipilih dan dilantik Karki pada Minggu (14/8). Sebelumnya, dia telah menyerahkan ketiga nama itu kepada Presiden Ram Chandra Poudel.
Mantan Direktur Eksekutif Otoritas Listrik Nepal, Kulman Ghising, akan memimpin Kementerian Energi, Pembangunan Perkotaan dan Infrastruktur Fisik. Om Prakash Aryal ditunjuk sebagai Menteri Hukum dan Dalam Negeri, sementara Rameshwor Khanal akan menjabat Menteri Keuangan.
Ghising dikenal publik karena kiprahnya membenahi sektor listrik Nepal. Aryal sebelumnya merupakan penasihat hukum Pemerintah Kota Metropolitan Kathmandu, sedangkan Khanal adalah mantan Sekretaris Keuangan.
Karki memiliki mandat hingga 5 Maret untuk menyiapkan pemilu baru dan menyerahkan tampuk pemerintahan kepada parlemen hasil pemilu. Dalam pidato perdananya di Singha Durbar, Karki menegaskan, pemerintahannya tidak mencari kekuasaan, melainkan menjaga stabilitas dan memastikan terselenggaranya pemilu enam bulan mendatang. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO