Buka konten ini

NEW YORK (BP) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan jamuan makan malam dengan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani di New York, Jumat (12/9). Pertemuan itu berlangsung hanya beberapa hari setelah Israel melancarkan serangan terhadap pemimpin politik Hamas di Doha.
Dilansir dari Reuters, serangan Israel pada Selasa lalu ditujukan untuk membunuh pimpinan Hamas. Namun, serangan tersebut dinilai berpotensi menggagalkan upaya mediasi yang dipimpin AS di Gaza. Serangan itu juga memicu kecaman luas di kawasan Timur Tengah dan masyarakat internasional karena dinilai dapat memperburuk ketegangan regional.
Trump dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan kekesalannya atas serangan tersebut. Ia juga berusaha menenangkan Qatar dengan menegaskan bahwa tindakan serupa tidak akan terulang.
Jamuan makan malam di New York turut dihadiri utusan khusus AS Steve Witkoff. Wakil Kepala Misi Qatar, Hamah Al-Muftah, menuliskan di platform X bahwa pertemuan dengan Trump baru saja selesai. Gedung Putih membenarkan pertemuan itu, namun tidak memberikan rincian.
Sebelumnya, al-Thani lebih dulu mengadakan pertemuan selama satu jam di Gedung Putih dengan Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Menurut sumber Reuters yang mengetahui pembicaraan itu, pertemuan tersebut membahas peran Qatar sebagai mediator di kawasan serta kerja sama pertahanan pascaserangan Israel di Doha.
Trump menegaskan, serangan Israel adalah tindakan sepihak yang tidak sejalan dengan kepentingan AS maupun Israel. Qatar selama ini dipandang sebagai sekutu penting Washington di Teluk.
Negara itu juga berperan sebagai mediator dalam perundingan gencatan senjata Israel–Hamas, pembebasan sandera Israel di Gaza, dan perencanaan pascakonflik wilayah tersebut. Al-Thani menuduh Israel berusaha menggagalkan peluang perdamaian, namun menegaskan Qatar tidak akan mundur dari peran mediasi. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO