



Sepekan terakhir, Kota Batam kembali menunjukkan dinamika beragam mulai dari kriminalitas, bencana, hingga pengawasan barang ilegal. Di kawasan Ruko Grand California, Batam Kota, sebuah minimarket menjadi sasaran perampokan oleh tiga pelaku, NP, 39; JLT, 27; dan IA, 31. Kasir sempat disekap dan diancam menggunakan senjata tajam, namun pengunjung yang datang menghalangi aksi pelaku sehingga uang yang berhasil diambil hanya Rp200 ribu. Ketiganya akhirnya ditangkap di lokasi berbeda.
Di perairan Laut Natuna, Bea Cukai Batam menggagalkan penyelundupan 20 ton pasir timah ilegal dari Bangka Belitung menuju Thailand. Kapal KM Maju Berkembang diamankan beserta nakhoda dan lima ABK. Pasir timah dikemas dalam 400 karung tanpa dokumen kepabeanan dengan total nilai mencapai Rp3,22 miliar. Nakhoda kapal ditetapkan sebagai tersangka, sementara penyelidikan terhadap pemilik kapal masih berlangsung.
Selama periode 1 Agustus–7 September 2025, Bea Cukai Batam mencatat 77 Nota Hasil Intelijen, 174 Surat Bukti Penindakan, serta melakukan penyidikan atas dua kasus tindak pidana kepabeanan dan cukai, menunjukkan pengawasan yang terus dijalankan untuk menjaga wilayah Batam dari praktik ilegal.
Selain itu, harapan puluhan warga untuk memiliki kaveling strategis di Sagulung kandas. Kaveling yang dijanjikan untuk dibangun ternyata penipuan. Uang puluhan juta rupiah yang sudah disetorkan melayang karena penjual tidak dapat dihubungi, dan laporan ke Polda Kepri sejak Mei 2025 hingga kini belum ada tersangka.
Hujan deras yang mengguyur Batam pada Selasa (9/9) menyebabkan banjir di Batuaji, Sagulung, dan Marina, Sekupang. Air masuk ke permukiman dan menggenangi jalan raya, terutama di Jalan Marina City akibat gorong-gorong amblas. Arus lalu lintas lumpuh dan warga harus mengevakuasi barang-barang ke tempat lebih tinggi.
Di bidang kesehatan, pemeriksaan gula darah dalam program Cek Kesehatan Gratis diikuti 2.935 anak. Hasilnya, 623 anak normal, 13 anak terindikasi prediabetes, dan 20 anak mengalami hipoglikemia. Kepala Dinas Kesehatan Batam mengingatkan temuan prediabetes perlu mendapat perhatian meski belum dikategorikan sebagai diabetes. (***)
Reporter : TIM BATAM POS
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI