Buka konten ini

BATUAJI (BP) – Ancaman longsor di Kecamatan Batuaji kian mengkhawatirkan. Dua lokasi berbeda sama-sama mengalami kerusakan parah akibat hujan deras, namun hingga kini belum ada penanganan dari pemerintah. Kondisi ini membuat warga resah karena hidup di bawah bayang-bayang bencana setiap kali hujan turun.
Di Kampung Kibing, Kelurahan Kibing, perbatasan RT 04/09 RW 001, longsor yang terjadi sejak Januari lalu terus melebar. Pohon besar sempat tumbang, bagian bawah ruko rusak, hingga akses jalan warga di RT 09 terputus. Rumah milik Hamdan, warga setempat, bahkan sudah separuh amblas terbawa longsor.
“Kalau hujan deras, saya dan anak harus pindah ke ruko. Rumah bisa habis sewaktu-waktu,” ungkap Hamdan, Kamis (11/9).
Meski situasi semakin membahayakan, belum ada upaya darurat dari pemerintah. Warga khawatir longsor susulan bisa menimbun ruko-ruko di bawah tebing.
“Kalau tidak segera diperbaiki, bencana besar bisa terjadi. Kami mohon ada tindakan cepat sebelum korban jatuh,” ujar Ahmad, warga lainnya.
Kerusakan serupa juga terlihat di tanggul drainase induk di pinggir Jalan R Suprapto, tepatnya depan Perumahan Cemara Sagulung atau seberang simpang SMKN 1 Batuaji.
Tebing drainase banyak runtuh, tembok penguat atau batu miring jebol di sejumlah titik, dan diperparah banjir sehari sebelumnya yang menghantam bahu jalan.
“Awalnya hanya retak kecil, tapi sekarang hampir separuh tebing sudah ambruk. Air hujan kemarin mempercepat kerusakan,” kata Asmin, warga sekitar.
Selain tanggul yang runtuh, beberapa pohon di bibir drainase juga ikut tumbang. Warga khawatir jalan utama penghubung Mukakuning–Batuaji terputus sewaktu-waktu.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, mengakui persoalan ini. Ia menyebut perbaikan akan dijadwalkan sesuai kebutuhan dan ketersediaan anggaran.
“Proyek normalisasi drainase sebagai upaya atasi banjir masih terus berjalan dan dilakukan bertahap,” ujarnya. Namun hingga kini, belum terlihat langkah nyata di lapangan, sementara warga terus dibayangi ketakutan setiap hujan deras mengguyur Batuaji. (***)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : Jamil Qasim