Buka konten ini

DOHA (BP) – Negara-negara Arab-Islam segera mengadakan pertemuan darurat di Doha, Qatar. Pertemuan digelar sebagai respons atas serangan Israel di Doha yang menargetkan para petinggi Hamas pada Selasa (9/9). Dikutip dari Arab News, pertemuan tersebut dijadwalkan pada Minggu (14/9) hingga Senin (15/9). Belum dapat dipastikan siapa saja kepala negara yang bakal hadir.
Begitu juga dengan Dewan Keamanan PBB juga telah menggelar pertemuan darurat membahas masalah tersebut pada Kamis (11/9). Rapat darurat ini digelar atas permintaan Aljazair, Somalia, dan Pakistan.
Sementara di depan para anggota DK PBB, Perdana Menteri (PM) Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani, menyebut serangan 9 September itu sebagai serangan kriminal dan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Qatar. ”Pernahkah Anda melihat sebuah negara menyerang para negosiator seperti itu?” ucapnya dengan nada marah seperti dilansir dari CNN.
Pupuskan Harapan Sandera
Al-Thani menegaskan bahwa serangan Israel ke Doha telah membunuh semua harapan bagi 148 sandera di Gaza. ”Bahkan, saya bertemu salah satu keluarga sandera pada pagi hari sebelum serangan terjadi. Mereka menaruh harapan hanya pada mediasi gencatan senjata ini. Apa yang dilakukan (Benjamin) Netanyahu (PM Israel, red) telah menghancurkan harapan para sandera,” bebernya.
Al Thani tidak bisa memastikan nasib Kepala Negosiator Hamas, Khalil Al-Hayya, yang menjadi target serangan Israel di Doha. Sementara Hamas menyebut lima anggotanya tewas, salah satunya putra Al-Hayya. Tel Aviv telah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Netanyahu mengatakan, aksi tersebut sebagai balasan atas serangan mematikan di Yerusalem sehari sebelumnya yang diklaim Hamas. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO