Buka konten ini

BATAM (BP) – Universitas Internasional Batam (UIB) resmi membuka Program Studi (Prodi) Kedokteran Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Dokter, Kamis (11/9). Pembukaan ini dilakukan setelah UIB menerima Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikbud Saintek).
Rektor UIB, Dr. Iskandar Itan, mengatakan pembukaan prodi ini telah dipersiapkan secara matang sejak setahun terakhir. Prosesnya mencakup rekomendasi dari Kementerian Kesehatan hingga keluarnya SK Kemendikbud Saintek beberapa hari lalu.“Itu bukan pro-ses yang mudah. Jujur saja, berbagai tahapan harus kami lalui, termasuk menerima banyak masukan dan saran,” ujarnya.
Menurut Iskandar, gagasan pembukaan prodi kedokteran ini berangkat dari kebutuhan besar tenaga medis saat pandemi Covid-19. Kondisi tersebut menyadarkan bahwa Kepri, khususnya Batam, membutuhkan lebih banyak tenaga kesehatan.
“Kesehatan itu sangat penting, sehingga jumlah tenaga medis juga harus ditambah,” katanya.
Dekan Fakultas Kedokteran UIB, dr. Wira Mondana, menegaskan prodi ini akan menghadirkan pendidikan kedokteran yang unggul, berdaya saing global, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat, terutama di Kepri.
“Kami menargetkan menjadi fakultas kedokteran bereputasi internasional pada 2046. Artinya, UIB tidak hanya menghasilkan dokter yang kompeten, tetapi juga dokter pemimpin, peneliti inovatif, dan agen perubahan. Batam akan dikenal bukan hanya sebagai pusat perdagangan, tetapi juga pusat kedokteran yang mendunia,” tegasnya.
Ia menjelaskan, fakultas ini dipimpin oleh akademisi berpengalaman dengan latar belakang riset dan jejaring nasional maupun internasional. Nantinya, lulusan kedokteran UIB diharapkan dapat langsung hadir dan melayani masyarakat.
“Tata kelola kami kembangkan secara modern dan berstandar internasional. Inilah pondasi yang membuat Fakultas Kedokteran UIB berbeda dan unggul,” ujarnya.
Kepala Biro Humas dan Kerja Sama UIB, Dr. Listia Nurjanah, menambahkan prodi ini sudah mulai menerima mahasiswa baru untuk tahun ajaran 2025. Perkuliahan akan dimulai pada Oktober mendatang.
“Saat ini sudah ada lima orang yang mendaftar. Karena ini Fakultas Kedokteran, jumlah mahasiswa dibatasi maksimal 50 orang,” jelasnya.
Ia menambahkan, calon mahasiswa berkesempatan mendapatkan beasiswa hingga 100 persen, bergantung pada hasil ujian dan seleksi masuk.
“Yang menentukan besaran beasiswa adalah kemampuan mahasiswa itu sendiri,” tutupnya. (*)
Reporter : Yofi Yuhendri
Editor : RYAN AGUNG