Buka konten ini

BATAM (BP) – Program pinjaman subsidi bunga 0 persen yang digagas Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Bank Tabungan Negara (BTN) mendapat respons positif dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga 31 Agustus 2025, tercatat 741 berkas permohonan masuk, dengan 248 di antaranya dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, menyebut seluruh berkas sudah melalui pemeriksaan di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Total pengecekan mencapai 1.482 kali, termasuk data pasangan pemohon. Dari hasil pemeriksaan, 304 berkas ditolak karena masalah kolektibilitas atau tunggakan, 61 pemohon diketahui berpindah lokasi usaha dan tidak memiliki tempat permanen, serta 50 lainnya berasal dari luar Batam.
“Selain itu, ada 17 berkas yang tidak termasuk ke dalam 10 sektor usaha prioritas BTN, 12 pemohon tidak memenuhi syarat usia (di bawah 21 tahun atau di atas 65 tahun), 28 pemohon tercatat memiliki riwayat kredit dengan suku bunga di atas KUR, dan 5 lainnya memilih batal mengajukan,” jelas Salim, Kamis (11/9).
Meski begitu, program ini mulai menunjukkan hasil. Hingga akhir Agustus, sebanyak 11 pemohon telah menandatangani akad kredit KUR bunga 0 persen. Sementara 248 berkas lain masih menunggu tahap verifikasi lebih lanjut sebelum dinyatakan layak menerima pinjaman.
Skema pinjaman subsidi bunga 0 persen ini dirancang untuk memudahkan UMKM mengakses pembiayaan tanpa beban bunga. Bunga kredit sepenuhnya ditanggung Pemko Batam, sehingga pelaku usaha hanya perlu mengembalikan pokok pinjaman.
Setiap pemohon bisa memperoleh pinjaman maksimal Rp20 juta dengan tenor pengembalian hingga dua tahun. Syaratnya cukup sederhana, yakni memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan klasifikasi usaha mikro, KTP Batam, serta tidak berstatus sebagai ASN, TNI, Polri, maupun karyawan BUMN/BUMD.
Salim menambahkan, sektor kuliner dan jasa menjadi yang paling banyak mengajukan permohonan. “Dua sektor ini memang paling dominan. Harapannya, dengan adanya pinjaman murah tanpa bunga, para pelaku usaha bisa lebih cepat mengembangkan usahanya,” ujarnya.
Pemko Batam optimistis program subsidi bunga 0 persen ini dapat memperkuat daya saing UMKM lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : Jamil Qasim