Buka konten ini
TURIN (BP) – Igor Tudor membawa Juventus sapu bersih kemenangan dalam dua giornata awal Serie A sekaligus meraih capolista (pemuncak klasemen). Sementara Cristian Chivu sekali menang dan sekali kalah bersama Inter Milan. Kondisi itu semestinya menguntungkan Tudor saat beradu taktik dengan Chivu dalam Derby d’ Italia pada giornata ketiga di Allianz Stadium, Turin, besok (13/9) malam.
Namun, musim lalu bisa jadi pengalaman. Yaitu ketika Tudor yang menjalani start positif sebagai pelatih pengganti Thiago Motta, malah kalah 0-1 di kandang Parma Calcio, Stadio Ennio Tardini. Pelatih Parma saat itu tak lain adalah Chivu yang juga berstatus pelatih tengah musim (menggantikan Fabio Pecchia).
”Satu-satunya kekalahan Tudor (sebagai pelatih) di Serie A (dalam 13 giornata) terjadi di Ennio Tardini dan Chivu yang mengalahkannya,” tulis Sportmediaset.
Pengusung Skema Tiga Bek
Tudor versus Chivu bakal menjadi duel pelatih yang sama-sama mengusung skema tiga bek. Tudor memainkan pakem 3-4-2-1, sementara Chivu mempertahankan 3-5-2 peninggalan Simone Inzaghi. Masing-masing punya kelemahan.
Bianconeri – sebutan Juve – tidak memiliki wingback kanan murni karena bek te-ngah Pierre Kalulu yang dijajal di posisi tersebut. Sementara Nerazzurri – sebutan Inter – kehilangan kekuatan di lini tengah setelah Chivu tidak lagi memercayai Henrikh Mkhitaryan sebagai salah satu gelandang yang di era Simo selalu jadi pilihan bersama Nicolo Barella dan Hakan Calhanoglu.
Tudor versus Chivu sekaligus masuk dalam sejarah Derby d’Italia. Untuk kali pertama dalam 42 tahun, tidak ada pelatih asli Italia dalam pertemuan Juve versus Inter. Kali terakhir terjadi pada 6 Januari 1974 ketika Cestmir Vycpalek (Republik Ceko), yang sekaligus paman pelatih legendaris Zdenek Zeman, dari Juve menghadapi Helenio Herrera, pelatih Inter berkebangsaan Argentina. Saat ini. Tudor, berkebangsaan Kroasia, menghadapi Chivu yang berasal dari Rumania. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG