Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Sebuah kapal kargo berbendera Malaysia, MV Leann, terbakar saat melintasi perairan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Senin (8/9) pagi. Hingga kini, penyebab kebakaran masih misterius.
Kapal yang diketahui berlayar dari Pulau Pinang menuju Kuching, Malaysia, mendadak terbakar di tengah laut. Dugaan penyebab kebakaran masih simpang siur, apakah akibat faktor teknis, kesengajaan, atau indikasi kejahatan internasional.
Badan Keamanan Laut (Bakamla) segera mengerahkan unsur patroli KN Pulau Nipah 321, yang dipimpin Letkol Bakamla Andi Christy Mahendra, begitu menerima informasi awal.
Menurut Humas Bakamla, Mayor Yohanes, unsur patroli tiba di lokasi pada Selasa (9/9) sekitar pukul 00.00 WIB. Saat itu, api masih menyala di beberapa bagian kapal, namun seluruh awak kapal tidak ditemukan.
“Ketika kapal kami tiba, api masih menyala di beberapa bagian. Namun yang mengejutkan, tidak ada tanda aktivitas di atas kapal. Bahkan awak kapal sama sekali tidak ada,” ujar Yohanes, Kamis (11/9).
Petugas melakukan penyisiran di sekitar lokasi, namun hasilnya nihil. Tidak ada perahu sekoci, tidak ada tanda orang melompat ke laut, dan tidak ada barang hanyut yang mengarah pada keberadaan awak kapal.
“Kami sudah sisir area sekitar, tapi memang tidak ada temuan apa pun. Situasi ini cukup janggal,” tambah Yohanes.
Bakamla kemudian berkoordinasi dengan Basarnas dan otoritas terkait di Malaysia untuk mencari kejelasan. Tak lama berselang, diperoleh informasi bahwa seluruh awak kapal telah ditemukan dan dievakuasi oleh kapal tugboat TB Glory. Para ABK langsung dibawa menuju Sabah, Malaysia.
“Informasi terbaru, seluruh ABK diselamatkan TB Glory dan langsung menuju Sabah. Namun jumlah pasti ABK yang dievakuasi masih belum diketahui,” jelas Yohanes.
Meski demikian, penyebab kebakaran kapal masih menjadi tanda tanya. Bakamla belum dapat memastikan faktor pemicu, apakah berasal dari mesin, korsleting listrik, atau kemungkinan lain.
“Penyebab kebakaran masih belum diketahui. Kami hanya menjalankan tugas pengamanan dan pemantauan di sekitar lokasi kejadian,” tegas Yohanes.
Sementara itu, pihak agen kapal MV Leann telah merencanakan menarik bangkai kapal ke Sabah agar investigasi lebih lanjut dapat dilakukan otoritas Malaysia.
“Dari agen kapal sudah ada rencana menarik bangkai kapal ke Sabah. Jadi kami fokus pada pengamanan wilayah laut,” pungkas Yohanes.
Insiden ini memunculkan spekulasi di kalangan masyarakat maritim. Ada yang menduga kecelakaan biasa, namun tak sedikit yang mengaitkan dengan praktik kejahatan lintas negara, mengingat jalur pelayaran internasional di wilayah tersebut cukup rawan. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO