Buka konten ini

BATAM (BP) – Genangan air kembali menjadi persoalan klasik yang menghantui sejumlah ruas jalan di Batuaji dan Sagulung. Meski hujan telah reda, air tetap menggenang di badan jalan karena minimnya saluran pembuangan.
Pantauan Batam Pos, kondisi terparah terlihat di sepanjang Jalan R. Suprapto hingga Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Batuaji. Median jalan yang lebih tinggi dari aspal membuat air hujan tidak memiliki jalur keluar. Akibatnya, genangan menutupi badan jalan cukup lama.
Keberadaan genangan ini bukan hanya memperlambat arus lalu lintas, tetapi juga memicu antrean panjang kendaraan. Pengendara terpaksa mengurangi kecepatan untuk menghindari lubang jalan yang tertutup air. Situasi ini kerap menimbulkan kemacetan, terutama pada jam sibuk.
Risiko kecelakaan pun meningkat, khususnya bagi pengendara sepeda motor. Tidak sedikit yang terjebak di lubang jalan dan terjatuh karena kehilangan keseimbangan.
Selain itu, percikan air dari kendaraan yang melintas kerap menimbulkan perselisihan antarpengendara.
“Dua hari lalu saya lihat dua pemotor hampir adu jotos gara-gara percikan air di jalan Marina City depan Perumahan Permata Laguna. Ya itu tadi, karena jalan yang bermasalah,” ujar Sumardi, tokoh masyarakat Batuaji, Minggu (7/9).
Sumardi berharap pemerintah segera mencarikan solusi permanen. Menurutnya, selain membahayakan pengguna jalan, kondisi tersebut juga bisa memicu ketegangan sosial di masyarakat. “Semoga cepat ditangani, jangan sampai terus berulang,” katanya.
Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Marina City. Jalan dari arah Perumahan Merlion menuju Seitemiang selalu banjir, bahkan saat hujan hanya turun dengan intensitas ringan.
Warga menilai hal ini sudah berlangsung lama dan butuh penanganan segera.
Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, mengakui persoalan drainase menjadi salah satu penyebab utama. Ia menegaskan sudah mengusulkan perbaikan total kepada Pemko Batam maupun BP Batam.
“Masalah ini sudah kami sampaikan. Harapannya ada langkah cepat agar jalan-jalan yang tergenang bisa diperbaiki, drainase dinormalisasi, sehingga tidak lagi menimbulkan keluhan masyarakat,” ujar Syamsuddin.
Meski Pemko Batam dan BP Batam telah menjalankan sejumlah program perbaikan drainase dan jalan, persoalan banjir dan genangan air masih membayangi warga. Masyarakat berharap program perbaikan bisa dipercepat demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK