Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam kembali membuka program pelatihan berbasis kompetensi bagi pencari kerja melalui anggaran perubahan tahun 2025. Sebanyak 23 jenis pelatihan tersedia untuk ratusan peserta yang memiliki KTP Batam.
Plt. Kepala Disnaker Batam, Nurul Iswayuni, menyebutkan pelatihan ini merupakan komitmen pemerintah meningkatkan keterampilan pencari kerja sekaligus menekan angka pengangguran di Batam.
“Program ini kami siapkan untuk membantu masyarakat Batam, khususnya yang belum bekerja atau korban PHK, agar memiliki keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja.
Seluruh pelatihan ini gratis karena dibiayai dari APBD Kota Batam,” ujar Nurul, Rabu (3/9).
Jenis pelatihan yang dibuka cukup beragam. Mulai dari pelatihan Forklif (110 orang), Scaffolding (100 orang), Operator K3 Migas (51 orang), Autocad Desain Grafis (29 orang), Menjahit Tata Busana (25 orang), Bahasa Inggris (32 orang), hingga berbagai pelatihan las (welder) dari dasar sampai tingkat lanjut, seperti Welder 3G/4G, 5G SMAW, hingga Welding Inspector Basic.
“Selain itu juga ada pelatihan tata boga, jasa boga, dan animator muda,” tambahnya.
Pendaftaran dibuka secara daring melalui tautan https://bit.ly/4n31h7s pada 3–4 September 2025, pukul 08.00–16.00 WIB. Peserta hanya dapat memilih satu jenis pelatihan. Informasi lebih lanjut akan disampaikan melalui nomor WhatsApp yang didaftarkan.
“Prioritas kami adalah pencari kerja yang belum pernah ikut pelatihan di Disnaker Batam sebelumnya. Jadi kesempatan ini benar-benar terbuka luas bagi warga yang ingin menambah kompetensi,” ujar Nurul.
Adapun syarat pendaftaran antara lain fotokopi KTP Batam, kartu AK-1 yang masih berlaku, ijazah terakhir, pas foto berwarna latar merah ukuran 3×4 sebanyak dua lembar, serta mengunggah dokumen dalam format PDF. Peserta juga diwajibkan membawa bukti tangkapan layar (screenshot) pendaftaran saat verifikasi data.
Untuk pelatihan K3 Madya, K3 Muda, dan Operator K3 Migas, minimal pendidikan peserta adalah D3. Sementara untuk pelatihan welder tingkat lanjut (4G, 5G hingga 6G), diutamakan bagi yang sudah berpengalaman atau pernah mengikuti pelatihan las sebelumnya.
Nurul berharap kesempatan ini dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat Batam.
“Kami ingin tenaga kerja lokal lebih siap menghadapi persaingan industri. Semakin banyak masyarakat yang terampil, semakin besar peluang mereka untuk terserap di dunia kerja,” tutupnya. (***)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK