Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Penyanyi dunia Katy Perry mencatatkan kesuksesan besar dari tur ”Lifetimes”, di mana konser keliling dunianya tersebut menghasilkan lebih dari 80 juta dolar AS, menurut laporan baru-baru ini.
Pendapatan tersebut diperoleh dari penjualan 1,1 juta tiket di seluruh AS, Kanada, dan Australia, dilansir dari RealityTea, Selasa (8/3), dan belum termasuk pertunjukan lain dalam tur yang akan datang di China, Amerika Latin, dan Eropa.
Diluncurkan sejak 23 April di kota Meksiko, tur tersebut akan menghadirkan total 91 konser musik di seluruh dunia, hingga berpuncak di Abu Dhabi pada 7 Desember.
Namun Katy mendapat sejumlah kritik sejak April, diawali dengan debut penjualan tiket turnya yang diklaim lamban direspons oleh penggemar dan terus berlanjut dengan kesinisan pada segala hal, seperti kostum yang dibawakan oleh pelantun lagu ”Firework” dalam setiap penampilan dan koreografinya.
Selain itu, album terbaru Katy yang bertajuk 143” tidak lepas dari kritik karena lagu utama album tersebut yang bertajuk ”Woman’s World” hanya mencapai peringkat 63 di Billboard Hot 100.
Katy juga menerima kritik dari penerbangan pesawat ulang-alik Blue Origin pada April, di mana ia bersama awak kapal selebritas lainnya menghadapi kritik keras terkait biaya penerbangan tersebut yang diklaim sulit disentuh oleh kebanyakan orang.
Bahkan sesama bintang termasuk Olivia Wilde and Jessica Chastain pun angkat bicara dan menentang penerbangan luar angkasa itu.
Katy Perry juga mengalami masa-masa sulit terkait asmara baru-baru ini setelah berpisah dari aktor Orlando Bloom.
Namun kritik yang menerpa Katy tidak memengaruhi jadwal tur Lifetime yang sedang digelar.
Bahkan dilaporkan bahwa minat penggemar terbilang tinggi hingga mendorong promotor untuk menambah jadwal konser sang diva, termasuk di Paris dan Australia, dilansir dari Billboard.
Di China, enam konser Katy Perry juga terjual habis tiketnya hanya dalam satu menit.(*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY