Buka konten ini

Anambas (BP) – Ramainya bagan apung milik nelayan luar Desa Tarempa Timur, Kecamatan Siantan, yang berlabuh di perairan Pantai Pasir Manang dan Tanjung Momong, menuai keluhan dari wisatawan maupun nelayan setempat.
Helmi, wisatawan asal Batam, mengaku kecewa lantaran keindahan pantai terganggu oleh keberadaan bagan tersebut. Selain merusak pemandangan, bagan juga dianggap menghalangi akses wisatawan yang ingin berenang.
“Saya sudah dua kali ke sini. Sayang sekali, tidak bisa berenang terlalu jauh karena terhalang bagan,” keluh Helmi, Selasa (2/8).
Ia juga menyoroti potensi pencemaran laut akibat aktivitas nelayan di bagan. Pasalnya, ada penghuni bagan yang membuang limbah langsung ke laut. “Karena ada orangnya di atas bagan itu. Saya tanya penjaga pantai, ternyata memang dari luar. Ya tentu saja kotorannya langsung ke laut,” tambahnya.
Keluhan serupa datang dari Riko, nelayan setempat. Ia mengaku kesulitan mencari ikan karena lokasi tangkapnya kini dipenuhi bagan dari luar daerah. ”Saya cari ikan cuma depan rumah pakai jongkong kecil. Jadi makin susah kalau banyak bagan luar masuk,” ujar Riko.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Tarempa Timur, Syawal, menegaskan pihaknya tidak melarang nelayan luar berlabuh di wilayah mereka. Namun, ia berharap mereka tidak menambatkan bagan di kawasan wisata. ”Tidak ada larangan mereka berlabuh di sini, tapi mohon jangan di Pasir Manang dan Teluk Red. Itu daerah wisata,” jelas Syawal.
Sebagai solusi, Syawal menyarankan agar bagan-bagan tersebut dialihkan ke perairan Pelabuhan Perikanan Antang. Menurutnya, langkah ini penting untuk menjaga keindahan pantai sekaligus mendukung aktivitas pariwisata di Tarempa Timur. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO