Buka konten ini

Jakarta (BP) – Dinas Pendidikan di wilayah DKI Jakarta, Bekasi, Bogor, dan Tangerang Selatan menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk para pelajar mulai Senin (1/9).
Kebijakan ini diambil merespon kondisi keamanan yang dinilai tidak kondusif pasca meluasnya aksi unjuk rasa memprotes tunjangan dan arogansi anggota DPR RI, serta meninggalnya Affan Kurniawan usai ditrabrak dan dilindas mobil taktis Brimob.
Pemberitahuan adanya PJJ ini rata-rata disampaikan pihak sekolah pada Minggu (31/8) malam. Seperti yang diterima oleh Amandari, 35, orang tua dari Pratama Aji dan Pramesti Ayu. Pratama dan Pramesti merupakan siswa kelas 5 dan kelas 1 di dua SD Negeri berbeda di Kota Bogor. Hari ini, kedua buah hatinya harus menjalani PJJ dari rumah.
“Mereka PJJ dua hari, 1 sampai 2 September,” ujarnya, Senin (1/9).
Respon kedua bocah tersebut pun cukup menggelitik ketika ditanya bagaimana rasanya PJJ lagi setelah Covid-19. Pratama menyebut, PJJ cukup menyenangkan.
“Seru-seru aja. Aku sih senang belajar di rumah sih, karena tidak perlu panas-panasan,” ungkapnya.
Hal ini diamini sang adik, Pramesti. “Senang dan gembira,” akunya lantas tertawa.
Menariknya, kedua bocah tersebut tahu alasan mereka diliburkan belajar di sekolah. Menurut Pratama, dia harus belajar dari rumah karena ada demo DPR.
Beda lagi dengan Nuril Najmi Aulia, 7. Siswi SD Grogol Utara 03, Jakarta Selatan ini justru tak suka belajar dari rumah. Menurutnya, tugas yang diberikan jadi jauh lebih banyak ketimbang di sekolah. Belum lagi, kalau di rumah, dia hanya sendirian belajarnya.
“Gak suka, nulisnya banyak. Terus nggak bisa main sama temen-temen,” ungkap siswi kelas 2 tersebut. Sang ibu, Rahma, mengungkapkan, pengumuman PJJ ini baru disampaikan semalam. Rencananya, anak-anak akan diminta belajar dari rumah salama dua hari, Senin-Selasa, 1-2 Septemeber 2025. “Agak pusing ya karena dadakan. Lagi dagang bentrok sama masak, lalu ada rapat di kelurahan,” tuturnya lantas tertawa.
Meski PJJ, jam belajar mereka pun disamakan seperti masuk sekolah pada umumnya. Sebelum 6.30 WIB pagi, mereka sudah harus berseragam rapi. Kemudian, diberikan tugas untuk dikerjakan. Hasilnya harus difoto untuk kemudian dinilai oleh para guru wali kelas.
Rahma sendiri berharap kondisi ini tidak berlangsung lama seperti masa Covid-19 lalu. “Semoga segera pulih deh ya, Indonesia aman Sentosa,” ujarnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO