Buka konten ini

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Desa Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang, kian menunjukkan peran vitalnya dalam mendongkrak ekonomi Bintan. Bupati Bintan Roby Kurniawan menyebut kawasan ini bukan sekadar kawasan industri, melainkan pengubah arah pembangunan daerah.
“KEK Galang Batang adalah game changer bagi pembangunan Bintan,” tegas Roby.
Ia menuturkan, mimpi besar pembangunan Bintan adalah menjadikannya pusat pertumbuhan ekonomi yang maju, berdaya saing, sekaligus sejahtera. Tentu dengan tetap mengedepankan keberlanjutan lingkungan serta kearifan lokal.
Roby juga membeberkan capaian ekonomi Bintan sepanjang 2024. Pertumbuhan ekonomi tercatat 8,89 persen, melampaui rata-rata nasional sekaligus target Presiden yang dipatok 8 persen.
“Pertumbuhan ini didorong aktivitas investasi yang menyerap tenaga kerja lokal secara masif,” jelasnya.
Untuk menjaga tren positif itu, Pemkab Bintan terus memperkuat iklim investasi. Salah satunya melalui Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi.
“Investor tidak perlu khawatir. Pemerintah daerah hadir sebagai mitra yang mendampingi hingga perizinan tuntas,” tandas Roby.
Isu ketenagakerjaan juga menjadi sorotan. Lebih dari 60 persen pekerja di PT BAI, perusahaan yang beroperasi di KEK Galang Batang, adalah warga lokal Bintan. Kondisi ini turut menurunkan angka pengangguran terbuka dari 8,21 persen pada 2021 menjadi 4,53 persen pada 2024.
Pimpinan PT BAI, George Santos, menambahkan pihaknya telah menyerap ribuan tenaga kerja lokal sekaligus meningkatkan nilai investasi di Bintan. Dalam tiga tahun ke depan, PT BAI menargetkan investasi hingga Rp50 triliun. “Target ini akan menciptakan 20.000 lapangan kerja dengan prioritas tenaga kerja lokal,” ujarnya.
Tak hanya itu, PT BAI juga menyiapkan sejumlah pengembangan. Mulai dari pembangunan politeknik untuk melahirkan tenaga kerja terampil, peningkatan kapasitas produksi alumina hingga 4 juta ton, pembangunan pelabuhan berkapasitas 75.000 ton, hingga konstruksi pabrik panel surya dan PLTU berkapasitas 900 MW. (***)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO