Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Warga Kaveling Sei Tering, Melcem, Batuampar, digegerkan dengan penemuan sepasang jasad di dalam kamar kos di Blok B1, Kamis (28/8) malam. Jasad yang pasangan suami istri (pasutri) tersebut ditemukan dalam kondisi yang berbeda.
Jasad suami berinisial SK, 29, ditemukan tergantung di kamar mandi. Sedangkan jasad istrinya, SQ, 32 tergeletak di atas kasur dengan darah keluar dari hidung.
Ilham, salah seorang tetangga yang tinggal di sekitar lokasi penemuan jenazah, mengatakan, penemuan jasad ini berawal dari kecurigaan pemilik kos. Pasutri ini sudah tidak terlihat selama beberapa hari dan tak ada terdengar aktivitas dari dalam kamar.
“Ibuk kos yang curiga melapor ke RT dan bersama-sama membuka kamar kos,” ujarnya.
Ia mengatakan, pasutri ini merupakan pendatang dan baru sekitar 3 pekan menyewa kamar tersebut. Pasutri ini juga dikenal tertutup dengan warga sekitar.
“Saya sendiri hanya dua kali melihat yang laki-laki. Istrinya belum pernah,” katanya.
Ilham sendiri merasa janggal dengan penemuan dua jasad tersebut. Sebab, sang istri terlihat dipenuhi luka di bagian wajah.
“Kemungkinan ada penganiayaan dulu (diduga istri dibunuh, red), baru suami bunuh diri. Tapi itu ranah polisi yang menyelidiki,” ungkapnya.
Sementara Kanit Reskrim Polsek Batuampar, Iptu M. Brata Ul Husna, mengatakan, kedua jasad dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi. Ia mengaku belum bisa memastikan penyebab pasutri ini tewas.
“Kami masih belum bisa kasih statement. Karena saat ini masih dalam penyelidikan,” ujarnya.
Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin, mengatakan, kasus ini masih penyelidikan. Ia meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait kematian para korban.
“Masih penyelidikan. Kita tunggu hasil autopsi dulu,” ujarnya.
Selain penemuan jasad pasutri ini, Aiptu Donald Satria, personel Polsek Kawasan
Pelabuhan (KKP) Batam, juga ditemukan tak bernyawa di kamar mandi rumahnya di Perumahan Green Bay, Tiban, Sekupang, Kamis (28/8) malam.
Donald diketahui tinggal sendiri di rumah tersebut dan kecurigaan muncul saat ia tidak berdinas dan tak bisa dihubungi beberapa hari.
“Dugaan awal faktor kesehatan, karena yang bersangkutan memiliki riwayat (sakit) medis,” kata Zaenal.
Zaenal menyebut, jasad Donald sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk memastikan penyebab tewas.
“Kami tetap melakukan pemeriksaan luntuk memastikan penyebab meninggalnya,” tutupnya. (***)
Reporter : Yofi Yuhendri
Editor : RATNA IRTATIK