Buka konten ini

BATAM (BP) – Memasak bukan sekadar cara untuk mengisi perut, ternyata kegiatan ini juga membawa manfaat memasak untuk kesehatan mental yang signifikan.
Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang rutin menyiapkan makanan di rumah tidak hanya cenderung makan lebih sehat, tetapi juga merasakan efek memasak untuk pikiran.
Seperti meningkatnya harga diri, berkurangnya kecemasan, dan kesejahteraan psikologis yang lebih baik.
Aktivitas sederhana seperti mengikuti resep, memotong sayuran, atau mencoba resep baru bisa menjadi bentuk terapi sehari-hari yang menenangkan dan membahagiakan.
Mengapa Memasak Baik untuk Kesehatan Mental?
Menyiapkan makanan di rumah dapat menjadi cara efektif untuk keluar dari rutinitas harian.
Apa pun tantangan yang sedang dihadapi, memasak membantu mengalihkan fokus ke aktivitas yang sedang dilakukan, sehingga membawa kondisi mental menjadi lebih baik
Melansir dari laman Delish, kegiatan memasak bisa memberikan rasa stabilitas, pencapaian, dan meningkatkan kesadaran diri, menurut Vandana Sheth, ahli gizi yang fokus pada edukasi pola makan intuitif.
Karena melibatkan semua indra, menyiapkan makanan menciptakan pengalaman sensorik yang dapat merangsang kreativitas.
Selain menjadi bentuk perawatan diri, memasak juga berpotensi membangun koneksi sosial dengan orang lain.
Bagi mereka yang sering terjebak dengan penggunaan layar berlebihan, kesulitan memisahkan pekerjaan dan kehidupan pribadi, atau merasa susah menyelesaikan tugas sehari-hari, memasak dapat memberikan manfaat mental yang signifikan.
Lebih jauh, penelitian menunjukkan bahwa intervensi memasak efektif dalam terapi okupasi dan rehabilitasi karena melibatkan fungsi eksekutif otak.
Selain itu, manfaat nutrisi dari memasak di rumah juga berkontribusi pada kesehatan mental.
Dengan mengontrol bahan makanan yang digunakan, Anda dapat mengurangi konsumsi makanan olahan serta gula, natrium, dan lemak tidak sehat.
Memasak sebagai Terapi
Meski belum ada bukti kuat bahwa “terapi memasak” secara resmi diakui, dilansir dari laman Everyday Health, penelitian awal menunjukkan potensinya untuk meningkatkan suasana hati dan kesejahteraan.
Terapi kuliner menggunakan kegiatan memasak dan hubungan emosional dengan makanan untuk membantu mengatasi masalah psikologis, mengeksplorasi hubungan individu dengan makanan, serta mendukung kesejahteraan emosional.
Pendekatan ini mirip dengan terapi seni atau terapi ekspresif lainnya, di mana kreativitas digunakan untuk menyalurkan emosi dan meningkatkan kesadaran diri.
Misalnya, pasien bisa diminta memasak hidangan yang mengingatkan mereka pada orang tercinta atau pengalaman tertentu.
Aktivitas ini melibatkan semua indra dan bisa membantu mengelola stres, kecemasan, serta memperkuat koneksi emosional secara sehat.
Tips Mendapatkan Manfaat Kesehatan Mental dari Memasak
Menurut laman everydayhealth.com, Anda tidak perlu menjadi juru masak handal untuk merasakan manfaat memasak untuk kesehatan mental. Beberapa cara sederhana antara lain:
Mulai dari yang Sederhana
Memasak hidangan sederhana untuk diri sendiri dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kemandirian.
Masak dengan Kesadaran Penuh
Menata bahan dan peralatan sebelum memasak bisa membuat proses memasak lebih meditatif dan bermakna
Buat Menjadi Sosial
Mengajak orang lain memasak atau menikmati hidangan bersama dapat memperkuat koneksi sosial dan kebahagiaan.
Memasak bukan hanya soal memenuhi kebutuhan perut, ini juga bisa menjadi cara sederhana untuk merawat kesehatan mental dan emosional.
Dengan memasak secara sadar, mencoba hal-hal baru, atau berbagi hidangan dengan orang lain, Anda bisa merasakan manfaat memasak untuk kesehatan mental yang menenangkan, meningkatkan kebahagiaan, serta memperkuat koneksi dengan diri sendiri dan orang sekitar.
Jadi, jangan ragu untuk masuk ke dapur dan menjadikan memasak sebagai bagian dari rutinitas sehat Anda. (***)
Reporter : JP Group
Editor : RATNA IRTATIK