Buka konten ini

CLEETHORPES (BP) – Ruben Amorim dicap sebagai pengecut oleh fans Manchester United saat disingkirkan klub kasta keempat Grimsby Town di putaran kedua Piala Liga (EFL Cup), Kamis (28/8). Fans United kesal dan marah karena pelatih asal Portugal itu memilih ”berlindung” di bangku cadangan dalam adu penalti yang dimenangkan Grimsby dengan skor 11-12 tersebut. Adu penalti dilakukan setelah laga di Blundell Park, Cleethorpes, tersebut skor sama kuat 2-2 dalam waktu normal dan tidak ada babak perpanjangan waktu.
”Maaf, tetapi aku tidak ingin ada pelatih yang terlalu takut menonton adu penalti melawan tim dari kasta terbawah. Selesaikan masalahmu atau enyahlah,” begitu unggahan salah satu fans United di akun X seperti dilansir The Mirror.
Luapakan kekesalan dan kemarahan fans United juga tertuju kepada Amorim ketika sampai satu jam laga di Blundell Park, mantan pelatih Sporting CP itu sibuk dengan papan taktik. Amorim seolah kebingungan dengan strategi yang diusungnya karena United tertinggal 0-2 sampai menit ke-74.
Dilansir dari Manchester Evening News, Skema main 3-4-2-1 yang jadi pakem Amorim terus jadi sasaran kritik fans sampai pandit karena dianggap tidak cocok dengan skuad United saat ini. Bahkan, Amorim sampai memainkan kapten sekaligus gelandang serang United Bruno Fernandes sebagai salah satu dobel pivot yang terbukti tidak efektif.
”Melawan Grimsby yang main bertahan, (Amorim) malah memainkan lima (pemain berposisi asli) bek,’’ kata Phil Jones, mantan bek United yang menjadi pandit Sky Sports kemarin.
Kegagalan di Piala Liga, yang notabene ajang paling realistis untuk dimenagi United yang absen dalam ajang Eropa, tak pelak menyudutkan posisi Amorim. Suara pemecatan yang muncul setelah hasil seri 1-1 lawan Fulham FC (25/8), makin nyaring efek hasil negatif kemarin.
“Dia (Amorim) akan kesulitan untuk memperbaiki situasi saat ini. Tekanan benar-benar nyata untuknya. Jika aku menjadi dia, maka aku akan mengkhawatirkan posisiku,” beber pandit BBC Sport Chris Sutton.
Menurut Sutton, kegagalan mengalahkan Burnley FC di Premier League besok (30/8) malam bisa mendekatkan Amorim dengan pemakzulan.
Kekalahan kemarin mempertegas statistik buruk United era Amorim. Dari 45 laga sejak menukangi United musim lalu, Amorim lebih banyak kalah (17 kali) ketimbang menang (16 kali). Sikap Amorim seusai laga pun mencerminkan frustrasi. Dia menya-lahkan anak asuhnya.
“Dengan cara kami memulai laga, kami tidak sekalipun layak di sana (pemenang, Red). Aku merasa ada yang harus diubah dari tim ini,” tuturnya kepada ESPN. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG