Buka konten ini

Jakarta (BP) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Kamis (28/8). IHSG naik 15,91 poin atau 0,20 persen ke level 7.952,09. Sementara itu, indeks LQ45 justru turun tipis 1,90 poin atau 0,23 persen ke posisi 811,57.
Kenaikan IHSG terjadi di tengah sikap wait and see pelaku pasar yang menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) pada Jumat (29/8). Data Personal Consumption Expenditures (PCE) Price periode Juli 2025 diperkirakan stabil di 0,3 persen (mtm).
Dari Eropa, pasar juga akan mencermati data Retail Sales Jerman Juli 2025 yang diproyeksi turun 0,4 persen serta data inflasi Agustus yang diperkirakan naik ke 2,1 persen dari 2 persen. Sementara di Asia, Bank Sentral Korea Selatan menahan suku bunga di level 2,5 persen, dan Jepang merilis data Consumer Confidence Agustus yang diperkirakan melemah ke 33,5 dari 33,7.
Dilansir dari Antara, sepanjang perdagangan, IHSG konsisten di zona hijau sejak pembukaan hingga penutupan. Dari 11 sektor, sepuluh sektor menguat dipimpin industri (2,47 persen), teknologi (1,63 persen), dan barang konsumen non primer (1,47 persen). Hanya sektor infrastruktur yang terkoreksi 0,79 persen.
Saham-saham top gainers antara lain GZCO, ATLA, BSBK, CPRO, dan ADCP. Sedangkan saham yang melemah terdalam yakni VERN, MPXL, NAYZ, SOUL, dan CBUT.
Total transaksi mencapai Rp16,62 triliun dengan volume perdagangan 44,47 miliar saham dari 2,08 juta kali transaksi. Sebanyak 377 saham menguat, 288 melemah, dan 140 stagnan.
Bursa Asia sore kemarin ditutup bervariasi. Nikkei menguat 321,73 poin atau 0,76 persen ke 42.842,00, Shanghai naik 43,25 poin atau 1,14 persen ke 3.843,60, Strait Times menguat 8,78 poin atau 0,21 persen ke 4.254,35. Sementara Hang Seng melemah 202,94 poin atau 0,81 persen ke 24.988,82. (*)
Reporter : JP Group
Editor : Iman Wachyudi