Buka konten ini

TEHERAN (BP) – Inggris, Prancis, dan Jerman yang dikenal sebagai E3 akan kembali memberlakukan sanksi menyeluruh terhadap Iran, mulai 18 Oktober 2025. Dilansir dari The Guardian, ancama itu sebagai respons penolakan Teheran untuk menerima kembali pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara penuh.
Langkah ini sesuai dengan enam resolusi PBB yang sebelumnya ditangguhkan dan bertepatan dengan berakhirnya perjanjian nuklir 2015 (JCPOA). Dilatari oleh eskalasi ketegangan pasca serangan terhadap situs nuklir Iran oleh Israel pada Juni, Inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) diusir dari negara tersebut.
E3 kini menuntut transparansi penuh soal cadangan uranium diperkaya dan akses tanpa hambatan bagi pengawas internasional. Namun, Iran hanya memberikan akses terbatas. Contohnya ke fasilitas Bushehr dan menolak membuka akses ke fasilitas lain yang mengalami kerusakan.
Meski demikian, Iran memperingatkan bahwa akan ada retaliasi atas tindakan sanksi ini. Rusia sempat mengusulkan penundaan enam bulan agar diplomasi masih bisa berjalan, tetapi tidak mendapat dukungan dari Dewan Keamanan PBB.
Di Iran, wacana ini menambah ketegangan politik. Publik bereaksi keras terhadap serangan Israel, sementara elite politik terpecah soal sikap terhadap Barat. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO