Buka konten ini

BATAM (BP) – Pemerintah memperkuat langkah pencegahan kanker serviks dengan memasukkan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) ke dalam program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2025. Melalui program ini, vaksin HPV diberikan gratis untuk siswi SD kelas 5 dan 6 di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Batam.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi, SpOG, menegaskan pentingnya vaksinasi HPV sebagai perlindungan masa depan anak perempuan. Kanker serviks, kata dia, masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia.
“Setiap tahun ada lebih dari 36.600 kasus baru kanker serviks, dan sekitar 21 ribu perempuan meninggal dunia. Lebih menyedihkan, 70 persen kasus baru ditemukan saat sudah stadium lanjut,” ujar Didi, Jumat (22/8).
HPV dikenal sebagai virus yang sangat umum. Hampir semua orang bisa terinfeksi, namun dampaknya paling berbahaya pada perempuan karena dapat memicu kanker serviks. Parahnya, infeksi HPV sering tidak bergejala hingga penyakit sudah parah.
“Inilah yang membuat vaksinasi menjadi begitu penting, karena infeksi HPV ibarat musuh dalam selimut,” jelasnya.
Menurut Didi, vaksinasi HPV diberikan sejak usia anak bukan tanpa alasan. Masa terbaik pemberian adalah 9–13 tahun, saat sistem imun anak masih optimal sehingga vaksin bisa memberi perlindungan maksimal.
“Usia itu adalah masa emas. Perlindungan terbaik diberikan sebelum anak terpapar risiko,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan seluruh siswi SD kelas 5 dan 6 mendapatkan vaksin HPV gratis melalui sekolah. Langkah ini disebut sebagai investasi kesehatan jangka panjang.
“Manfaatnya luar biasa. Pertama, mencegah kanker serviks sejak dini. Kedua, mengurangi beban biaya kesehatan karena pencegahan jauh lebih murah dibanding pengobatan kanker. Ketiga, menyelamatkan generasi,” tegas Didi.
Ia menambahkan, harga vaksin HPV di pasaran cukup tinggi, bisa mencapai jutaan rupiah untuk rangkaian lengkap. Melalui program BIAS, seluruh anak perempuan Indonesia kini bisa mendapatkannya tanpa biaya. Didi pun mengingatkan orang tua agar tidak melewatkan kesempatan ini.
“Vaksin HPV bukan sekadar imunisasi, melainkan bentuk nyata kasih sayang dan perlindungan bagi masa depan anak perempuan,” katanya.
Menurutnya, vaksinasi HPV dalam kerangka BIAS 2025 bukan sekadar program kesehatan rutin, tetapi gerakan nasional untuk menyelamatkan masa depan perempuan Indonesia.
“Mari dukung bersama. Melindungi anak perempuan hari ini berarti menjaga generasi esok agar tumbuh sehat, kuat, dan penuh harapan,” pungkasnya. (***)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK