Buka konten ini

BINTAN (BP) – Tim SAR gabungan menghentikan pencarian terhadap Misran, 47, nelayan asal Desa Busung yang hilang saat menjaring udang di perairan Terkulai, Bintan, pada Senin (18/8) lalu.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Tanjungpinang, Eryk Subariyanto, membenarkan penghentian operasi pencarian dan penyisiran tersebut.
Sebelumnya, Tim SAR gabungan telah melakukan berbagai upaya penyisiran di perairan Lobam hingga Terkulai, kemudian dilanjutkan ke pesisir muara Busung. Pencarian juga melibatkan koordinasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat serta pengguna transportasi laut di perairan Tanjungpinang dan Batam.
“Tim SAR gabungan telah menyisir beberapa lokasi yang memungkinkan korban ditemukan, termasuk melakukan penyelaman. Namun selama tujuh hari pencarian, tidak ada tanda-tanda korban ditemukan,” ujar Eryk, Selasa (26/8).
Keputusan untuk menghentikan operasi diambil pada Senin (25/8) sekitar pukul 15.00 WIB. Semua unsur SAR yang terlibat telah kembali ke satuannya masing-masing.
Meski demikian, Eryk memastikan pemantauan di lokasi tetap dilakukan. “Tidak hanya pihak SAR, nelayan dan pengguna transportasi laut juga kami imbau untuk ikut memantau saat melintasi lokasi tersebut,” katanya.
Ia juga mengingatkan pengguna jasa transportasi laut untuk waspada terhadap angin kencang yang terjadi akhir-akhir ini. “Ini perlu diantisipasi, baik oleh nelayan maupun kapal penumpang,” tegasnya.
Selain itu, Eryk meminta semua pihak menyiapkan alat keselamatan dan alat komunikasi agar bila terjadi sesuatu, dapat segera dikomunikasikan ke unsur SAR. “Jangan lupa juga selalu update informasi cuaca dari BMKG,” tambahnya. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO