Buka konten ini

BALATONFOKAJAR (BP) – Perebutan gelar juara dunia MotoGP 2025 tinggal menyi-sakan pertarungan antara Marc Marquez dan dirinya sendiri. Marc seakan tinggal menunggu waktu menahbiskan diri sebagai juara dunia kali ketujuh MotoGP setelah memenangi GP Hungaria di Sirkuit Balaton Park pada Minggu (24/8) malam. Itu adalah kemenangan ketujuh Marc dalam tujuh balapan terakhir!
Catatan fenomenal dalam tujuh seri terakhir itu memperlebar jarak Marc (Ducati) dan pesaing terdekat sekaligus adiknya, Alex Marquez (Gresini Racing). Dari semula 24 poin setelah seri ketujuh di GP Inggris pada akhir Mei, menjadi 175 poin setelah balapan di Balaton Park atau dalam seri ke-14.
Jarak keduanya semakin melebar karena Alex hanya bisa finis posisi kesepuluh dan ke-14 dalam dua race terakhir di Red Bull Ring dan Balaton Park. Jika tak kunjung ada perubahan performa, maka Marc diperkirakan bisa mengunci gelar juara dunia bulan depan.
Marc sudah punya hitung-hitungan di mana dia bisa meraih gelar juara dunia pertamanya bersama Ducati. Jika bisa memilih, pembalap 32 tahun asal Spanyol itu tidak ingin meraih gelar di GP San Marino di Sirkuit Misano (14/8). Sebab, jika Marc meraih gelar di sana, maka itu berarti Alex masih terus melanjutkan performa buruk di hadapan publik sendiri, GP Catalan, dua pekan lagi (7/9). Hal yang tidak diharapkan Marc.
”Aku perlu mengatakan bahwa aku ingin mendapatkan kesempatan pertama (meraih gelar juara dunia) di (Sirkuit) Motegi (Jepang) atau Mandalika (Indonesia),” kata Marc di laman resmi MotoGP.
Nyaris Samai Rekor 2014
Kemenangan kesepuluh dari 14 balapan pada tahun ini hampir menyamai rekor Marc 2014. Masih bersama dengan Honda kala itu, Marc meraih 11 kali kemenangan dari 14 balapan awal. Jika membidik gelar di Motegi, maka Marc bakal menorehkan sepuluh kemenangan beruntun.
”Tidak normal untuk menang sepuluh kali berturut-turut, terutama di MotoGP saat ini, dengan persaingan yang sangat ketat,” ucap Marc.
Marc juga tidak merasa jadi unggulan dalam GP Catalan dua pekan lagi. “Jelas tujuanku menjaga ritme di level ini. Tetapi, aku tahu sirkuit seperti Barcelona aku mungkin tidak akan menjadi yang tercepat dan aku harus menerimanya,” bebernya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG