Buka konten ini

BLORA (BP) – Mulut sumur minyak di Desa Gandu, Blora, Jawa Tengah, yang terbakar selama sepekan terakhir masih dipantau petugas. Pemantauan itu dilakukan untuk memastikan gas tidak keluar dan membahayakan warga.
Dari hasil alat ukur pengecekan gas, menunjukkan angka di bawah nol. “Pagi ini (kemarin pagi) kami melaksanakan pengecekan semburan, mengecek kadar gas, alhamdulillah aman. Tapi, kami akan terus mengecek setiap waktu untuk melaksanakan rencana tindak lanjut,” terang Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora Agung Triyono kepada Radar Bojonegoro (grup Batam Pos), Minggu (24/8).
Karena itu, meski api sudah padam pada Sabtu (23/8) petang, warga di sekitar lokasi yang telah mengungsi belum diperkenankan kembali.
“Warga yang mengungsi masih belum boleh kembali ke rumah karena belum selesai penanganan,” ujar Tri sapaan akrab Agung Triyono.
Ia menjelaskan, butuh waktu tujuh hari tujuh malam untuk memadamkan kobaran api. Sampai api bisa padam, damkar membutuhkan sekitar suplai 50 tangki air.
“Rencana selanjutnya, tanggul akan kami ratakan untuk menutup sumur. Kami juga memantau tekanan semburan di lokasi,” tambahnya.
Logistik untuk Warga
Logistik makanan untuk warga terdampak masih terus disuplai. Diperkirakan, lanjut Tri, masih cukup untuk dua sampai tiga hari mendatang.
Tragedi terbakarnya sumur minyak di Desa Gandu merenggut empat nyawa dan menyebabkan sejumlah warga mengalami luka bakar. Sebanyak 300 kepala keluarga mengungsi di posko dan rumah sanak saudara. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG