Buka konten ini

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kepulauan Riau menegaskan komitmen menjaga soliditas internal sebagai modal utama menghadapi dinamika politik yang kian kompleks. Seruan ini disampaikan Ketua DPW PKS Kepri, Suryani, dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) VI yang berlangsung di Hotel Harmoni One, Batam Centre, Minggu (24/8).
Dalam forum yang dihadiri jajaran pengurus DPW, DPD, hingga perwakilan kader se-Kepri itu, Suryani menekankan bahwa persaingan politik tidak akan semakin mudah ke depan. Karena itu, PKS harus memperkuat barisan, baik melalui konsolidasi maupun kaderisasi.
“Mari kita jaga soliditas barisan dengan membangun rasa saling percaya, saling mendukung, dan komitmen bersama terhadap tujuan serta cita-cita PKS,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta Muswil.
Menurut Suryani, penguatan internal harus dibarengi dengan pembinaan berkelanjutan. Melalui proses kaderisasi, PKS diharapkan mampu melahirkan generasi baru yang berjiwa kepanduan, memiliki semangat juang, rela berkorban, dan cinta tanah air. Program seperti Kemah Bakti Nusantara (Kembara) disebutnya menjadi instrumen strategis dalam membentuk kader berjiwa militan dan siap turun langsung ke masyarakat.
“Dari proses kaderisasi yang baik, akan lahir kader-kader yang bukan hanya loyal, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dan penggerak dakwah di tengah masyarakat,” tegasnya.
Mengusung tema “Kokoh Bersama, Majukan Kepri, untuk Indonesia”, Muswil kali ini, menurut Suryani, bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan juga refleksi arah perjuangan PKS. Ia menegaskan, makna kokoh bersama adalah saling menopang dan bekerja lintas perbedaan demi kepentingan rakyat Kepri.
“Boleh berbeda warna baju atau bendera partai, tetapi ketika berbicara tentang rakyat Kepri, kita harus berdiri dalam satu barisan,” ucapnya.
Dalam sambutannya, Suryani juga menyinggung potensi besar Kepulauan Riau. Sebagai provinsi kepulauan, Kepri kaya akan sumber daya laut, kebudayaan, dan keberagaman masyarakat. Namun, ia mengingatkan bahwa kekayaan tersebut hanya bermakna jika dikelola dengan adil dan berpihak pada rakyat.
“Kepri adalah beranda terdepan negeri ini. Dunia melihat wajah Indonesia dari Kepri. Jika Kepri maju, itu kemenangan bagi seluruh bangsa Indonesia,” katanya menegaskan.
Suryani menambahkan, PKS Kepri di bawah kepemimpinannya akan terus mendukung pemerintahan Ansar–Nyanyang, namun dengan sikap kritis-konstruktif. Menurutnya, PKS tidak hanya hadir untuk mengejar kursi kekuasaan, melainkan memastikan politik dijalankan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Politik yang kita pahami adalah tentang pelayanan. Karena itu, saya titip pesan kepada seluruh kader PKS: jaga akhlak, kuatkan kapasitas, dan hadirkan manfaat,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan kader se-Kepri atas kerja keras selama ini. “Mari kita buktikan, kita bisa kokoh bersama, memajukan Kepri, dan berkontribusi nyata untuk Indonesia,” pungkasnya.
Muswil VI PKS Kepri turut dihadiri Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad. Dalam sambutannya, Ansar menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi PKS dalam memberikan kontribusi pemikiran serta dukungan bagi program pembangunan daerah.
Menurut Ansar, Muswil merupakan momentum penting bagi setiap partai untuk melakukan evaluasi sekaligus merumuskan strategi ke depan. Ia berharap PKS tetap menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat pembangunan di Kepri.
“Semua partai politik adalah mitra kerja pemerintah. PKS salah satunya, dengan kader-kader mudanya yang harus berpikir jauh ke depan. Ilmu kekinian bisa kita bangun bersama untuk mendukung suksesnya pembangunan di Provinsi Kepri,” ujar Ansar.
Ia pun mengucapkan selamat kepada pengurus DPW maupun DPD PKS se-Kepri yang baru dimandatkan melalui Muswil ini. “Semoga ke depan PKS semakin berperan aktif, berkolaborasi dengan pemerintah, dan terus menghadirkan ide-ide segar untuk masyarakat Kepri,” tuturnya. (***)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : PUTUT ARIYO