Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Apple Inc. memperluas produksi iPhone di India melalui lima pabrik, termasuk dua fasilitas baru. Hal ini sebagai langkah untuk mengurangi ketergantungan pada China dalam memenuhi kebutuhan pasar AS.
Seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (22/8), perusahaan kini memproduksi seluruh varian iPhone 17 di India menjelang peluncurannya bulan depan. Ini menjadi pertama kalinya semua model terbaru, termasuk versi Pro, diproduksi di India sejak awal dan langsung dikirim ke pasar global.
Apple memperluas jumlah pabrik lokal yang memproduksi iPhone setelah memindahkan sebagian besar produksi untuk pasar AS dari China ke India, demi meminimalkan dampak tarif.
Ekspansi ini mencakup pabrik milik Tata Group di Hosur, Tamil Nadu, serta fasilitas produksi Foxconn Technology Group dekat bandara Bangalore, yang baru saja beroperasi.
Dalam tanda meningkatnya peran Tata sebagai mitra Apple, pabrik-pabrik yang dikelola konglomerat lokal tersebut diperkirakan akan menyumbang hingga separuh dari total produksi iPhone di India dalam dua tahun ke depan, menurut sumber yang enggan disebutkan namanya.
Nilai Ekspor iPhone di India Melonjak Signifikan
Seiring pergeseran ini, nilai ekspor iPhone dari India melonjak signifikan. Dalam periode empat bulan sejak April, nilai ekspor iPhone dari India mencapai USD 7,5 miliar berdasarkan harga pabrik. Angka ini menunjukkan percepatan dibandingkan total ekspor senilai USD 17 miliar sepanjang tahun fiskal sebelumnya.
Di sisi lain, pada awal tahun ini, Apple memperluas produksi iPhone di India untuk memenuhi sebagian besar permintaan AS. Langkah ini ditempuh juga untuk mengurangi risiko dari tarif atas barang ekspor asal China. Apple bahkan memperkirakan adanya beban tambahan sebesar 1,1 miliar dolar AS akibat tarif pada periode berjalan.
Meski pemerintahan Trump sejauh ini mengecualikan produk elektronik seperti iPhone dari tarif sektoral, produk tersebut masih bisa dikenai tarif khusus berdasarkan negara asal. Apple harus menavigasi kebijakan tarif pemerintahan Trump yang kerap berubah-ubah.
Namun, dalam jangka panjang, perusahaan tetap berkomitmen untuk mendiversifikasi produksi dari China.
Apple Turut Berencana Produksi iPhone 17e di India
Apple juga berencana memproduksi iPhone 17e di India, yang akan diluncurkan awal tahun depan sebagai penerus iPhone 16e. Bahkan, diskusi untuk produksi iPhone 18 di India sudah dimulai, dengan persiapan awal yang akan berjalan dalam beberapa minggu ke depan.
Ekspansi ini menegaskan strategi jangka panjang Apple menjadikan India sebagai pusat utama produksi iPhone. Meski Trump mengenakan tarif 50 persen pada India sebagai sanksi atas pembelian minyak Rusia, iPhone tetap mendapatkan pengecualian dari aturan tersebut.
China Berupaya Cegah Investor Asing Hengkang
Di sisi lain, China berupaya mencegah hengkangnya investor asing. Awal tahun ini, pejabat di Beijing mendorong lembaga regulasi dan pemerintah lokal untuk menahan transfer teknologi serta ekspor peralatan ke India dan Asia Tenggara, yang dipandang sebagai upaya menghambat relokasi produksi.
Sementara itu, Foxconn meminta ratusan insinyur dan teknisi asal Tiongkok di pabrik India untuk kembali ke negaranya. Sebagai gantinya, Apple mendatangkan insinyur dari Taiwan dan Jepang dengan biaya lebih tinggi, namun secara keseluruhan produksi tetap berjalan sesuai rencana.
Belakangan, China dan India juga berusaha memperbaiki hubungan di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan AS.
Apple pertama kali menguji perakitan iPhone di India pada tahun 2017 dengan model iPhone SE. Pada 2021, pemasok Apple memanfaatkan subsidi pemerintah Narendra Modi untuk memperluas produksi. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY