Minggu, 15 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Disutradarai Sineas Lokal dan Korea Selatan

Film Keadilan: The Verditch

Film Keadilan: The Verdict menjadi film kolaborasi Indonesia dan Korea Selatan yang bakal menggemparkan jagat perfilman lokal. Film tersebut digarap di bawah arahan sutradara Lee Chang-hee dan Yusron Fuadi.
Dari banyaknya sineas lokal, Yusron dipilih karena dianggap paling memahami skenario film Keadilan: The Verdict.

“Hanya dia (Yusron) yang paling mengerti dan cocok. Pemikirannya banyak yang sama, jadi proses kolaborasinya lancar,” kata Lee.
Film Keadilan: The Verdict mempertemukan Reza Rahadian dan Rio Dewanto sebagai pemain utama. Mengisahkan tentang seorang petugas keamanan di persidangan yang hidupnya berubah drastis setelah sang istri tewas karena dibunuh.

Ironisnya, pelaku merupakan seorang anak pejabat yang punya kuasa untuk memanipulasi sistem hukum di Indonesia.
Lee menuturkan bahwa sejatinya permasalahan tersebut merupakan isu yang universal. Dalam arti, tidak hanya relate di Indonesia, namun juga terjadi di negara asalnya. Bahkan, juga berlaku di belahan dunia yang lain.

“Jadi, orang punya banyak uang bisa bebas dari hukum dan yang tidak punya akan dihukum,” ucap Lee.
“Isu itu bukan cuma di Korea saja, tapi di seluruh dunia. Karena itu, saya ingin membawa isu ini,” papar Lee.

Dia turut andil sebagai director bukan tanpa alasan. Lee ingin film Keadilan: The Verdict diproduksi dengan lebih matang dengan formulasi baru.
Walau dia tak memungkini, dunia perfilman Indonesia juga sudah naik level.
“Harus ada dari Korea karena kami ingin menambah skill-skill yang mungkin belum pernah digunakan sekaligus meningkatkan kualitas film Indonesia. Karena saya percaya film Indonesia punya potensi yang besar untuk dunia,” jelas Lee.

Reza menambahkan meski digarap sutradara luar, namun cerita film tersebut sudah diramu dengan kearifan lokal. Dengan tujuan bisa lebih dekat dengan penonton Indonesia.
“Secara struktur cerita Indonesia banget. Dalam arti sesuatu itu terjadi di sekitar masyarakat kita,” ujar Reza.

Senada dengan Lee, menurut dia, Yusron merupakan sutradara yang sangat peka dengan isu sosial. Sehingga layak untuk menyutradarai film tersebut.
Aktor berdarah Maluku itu juga memastikan bahwa film Keadilan: The Verdict bukan diangkat dari kisah nyata, melainkan fiktif.

“Bobot-bobot dialog di film ini sangat kuat. Bentuk dan bahasa visual, struktur lighting dan editing mereka (Lee dan Yusron) membuat film ini jadi segar. Ada satu konteks yang menarik, film ini menggambarkan bagaimana hero menjadi anti hero dalam memperjuangkan keadilan,” tutur Reza. (***)

Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI