Sabtu, 14 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Berkarya dari Dalam Kamar

Art Studio Handmade Milik Yuki Milenia

Berawal dari ketertarikan di bidang seni dan jatuh hati pada kaligrafi (seni dan teknik menata huruf agar terlihat indah dan menarik), Yuki Milenia, 25, atau biasa disapa Yuki memilih menulis kaligrafi di atas akrilik. Ia menekuni hobinya di dalam kamarnya, dan seiring berjalannya waktu, dari yang kerjanya di kamar, sampai punya ruang kerja sendiri saat ini.

”Working space-nya kebetulan di rumah, jadi dari kamar yang emang ngggak dipakai, direnov jadi kantor sendiri gitu,” terang Yuki.
Yuki mengatakan, awalnya ia tidak memiliki bakat melukis, tetapi sejak SMP Yuki suka menggambar hitam putih di kertas HVS dan kertas double folio, dan Yuki mengaku awalnya itu hanya hobi yang tidak ia seriuskan.

”Makanya saya mengubah nama snowie calligraphy menjadi snowie studio,” ucapnya.
Snowie sudah ada sejak Oktober 2021, untuk nama Snowie karena terinspirasi dari nama miliknya, Yuki, yang mana dalam Bahasa Jepang Yuki artinya salju, dan salju dalam Bahasa Inggris adalah Snowie.

”Biasanya artist (pelukis) memiliki nama samarannya gitu,” ungkapnya.
Karena di tahun 2021 masih dalam kondisi pandemi Covid-19, hobi kaligrafi ini Yuki jalani setiap hari ketika lockdown, dan Yuki mencari tahu kira-kira kaligrafi ini bisa digimanain saja, lalu ketemu di Instagram, ternyata bisa ditulis di atas akrilik, dan saat itu juga ia langsung pesan peralatan dan perlengkapannya.

”Hobi tersebut saya jalani hingga saat ini dan menjadi kesibukan yang menghasilkan,” ujarnya.
Walaupun tidak memiliki latar belakang sekolah di bidang terkait, Yuki tekun belajar secara otodidak, hingga  dalam sebulan ia pernah mendapatkan belasan orderan customize. ”Di luar barang-barang yang ready stock,” bebernya.

Tak hanya menjual gantungan kunci dengan custom nama, atau kaligrafi yang ditulis manual di atas akrilik, Yuki juga menuangkan kecintaannya terhadap anime, dan ia melukis karakter-karakter anime di atas akrilik, mulai dari seukuran ganci, case handphone, hingga seukuran bingkai foto, dan perintilan anime lainnya.

”Kebetulan saya suka anime, jadi saya explore lagi, coba sana sini dan ternyata bagus,” ucapnya antusias.
Selain membutuhkan pen, akrilik, cat, dan sealer, untuk untuk melukis, Yuki mengatakan bahwa mood dan pengalaman juga tak kalah penting, karena berpengaruh pada hasil akhirnya. Tahapan paling sulit baginya adalah ketika proses cat, karena perlu detail saat mengerjakan dan warna-warna yang harus dibuat sedemikian rupa.

”Dan bagian happynya ketika hasil akhirnya memuaskan,” ucap Yuki.
Untuk harga mulai dari 45 ribuan hingga ratusan ribu, tergantung desain dan ukuran yang pelanggan minati, dengan modal awal ratusan ribu, tetapi seiring berjalannya waktu, modal bertambah karena upgrade peralatan dan operasional studio, sedangkan untuk omzet kurang lebih Rp2 juta hingga Rp7 juta.

Sejauh ini Snowie masih beroperasi sendiri, dari proses pembuatan, pengepakan, restock barang-barang, hingga mengelola sosial media, dan untuk memesan, pelanggan bisa melakukan pemesanan melalui Instagram di @snowie.studio.

Selain menerima orderan dari DM Instagram, Yuki juga beberapa kali mengikuti bazar dan pameran, seperti Batam Sunday Market Park Avenue dan event pameran di One Batam Mall, kedua tempat tersebut cukup ramai, dan customer bisa melakukan custom keychain dan case handphone secara langsung.

”Intinya jalanin saja dulu, nggak perlu mikirin kata orang dan nggak usah khawatir apapun itu yang belum terjadi,” ucap Yuki.

Yuki berharap, semoga Snowie tetap bisa dikenal, bertahan, dan berkembang menjadi art studio yang lebih baik lagi dan dapat menjadi wadah bagi teman-teman pecinta anime,” imbuhnya di akhir perbincangan. (***)

Reporter : TIA CAHYA NURANI / Editor : ANDRIANI SUSILAWATI