Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memastikan tidak akan tinggal diam terkait menghilangnya Muharis Nur, Lurah Sei Harapan, Sekupang, yang diketahui sudah dua bulan tidak masuk kantor. Ia menegaskan, jika teguran berulang tidak diindahkan, langkah tegas berupa pergantian jabatan akan ditempuh.
“Kalau diganti, itu sudah sangat jelas akan diganti. Kalau memang sudah kami lakukan sekali, dua kali, tiga kali peringatan juga tidak datang, ya, kami bisa ambil tindakan sepihak,” kata Amsakar, Kamis (21/8).
Mangkirnya lurah tersebut sebelumnya menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Pelayanan publik menjadi terganggu meski untuk sementara masih bisa dijalankan oleh Sekretaris Lurah (Seklur). Namun, kondisi ini dinilai tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
Amsakar menegaskan seluruh proses penindakan akan dilakukan sesuai mekanisme disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN). Pemko Batam telah memberikan teguran dan peringatan resmi kepada lurah yang bersangkutan.
“Itu akan sesuai dengan prosesnya. Sesuai dengan mekanisme yang ada, sudah dibuat teguran dan sebagainya. Nanti kalau sudah proses tahapan itu dilalui, kami akan ambil tindakan,” ujarnya.
Sejumlah warga Sei Harapan mengaku kecewa dengan absennya lurah. Mereka menilai sosok lurah seharusnya menjadi garda terdepan dalam pelayanan pemerintahan di tingkat kelurahan. Kekosongan jabatan ini dianggap dapat menghambat koordinasi maupun pengurusan administrasi warga.
“Jadi susah buat segala pengurusan yang langsung bersentuhan dengan kelurahan. Ganti saja langsung. Kami minta Pak Amsakar ganti saja (Lurah Sei Harapan),” kata Ladak, salah satu warga Sei Harapan.
Dengan sikap tegas Wali Kota, publik kini menunggu langkah nyata Pemko Batam dalam menuntaskan persoalan ini. Jika pergantian benar dilakukan, hal itu diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintahan di tingkat kelurahan.
Seperti diberitakan sebelumnya, keberadaan Muharis Nur, Lurah Sei Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, masih menjadi misteri. Sudah hampir dua bulan terakhir, lurah itu tidak pernah terlihat di kantor maupun di tengah masyarakat.
Pantauan Batam Pos, pelayanan administrasi di kantor kelurahan tetap berjalan. Sejumlah pegawai melayani masyarakat dengan normal, sementara peran lurah untuk sementara digantikan oleh sekretaris lurah (seklur).
“Kalau pelayanan tidak ada masalah. Kami tetap melayani masyarakat seperti biasa, karena ada seklur yang menggantikan,” ujar Astri, salah seorang staf kelurahan, Rabu (20/8).
Meski pelayanan tetap berjalan, absennya lurah menimbulkan pertanyaan besar.
Camat Sekupang, Kamarul, mengakui pihaknya sudah melakukan pembinaan, tetapi tidak diindahkan.
“Terakhir setelah tidak masuk kantor, saya sudah panggil. Tapi sekarang sudah tidak bisa dihubungi, sampai saat ini kami tidak tahu keberadaannya,” ungkap Kamarul.
Kabar yang beredar di masyarakat menyebutkan Muharis menghilang diduga karena terlilit masalah utang. Namun, belum ada penjelasan resmi dari pemerintah terkait alasan absennya lurah tersebut. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : RATNA IRTATIK