Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menggelar Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2025 di One Batam Mall, Kamis (21/8).
Mengusung tema “Akselerasi Ekspor Menuju Kemandirian Ekonomi yang Berkelanjutan”, perhelatan tahunan ini menampilkan beragam kegiatan mulai dari pameran, talkshow, kompetisi, hingga fashion show untuk mengangkat potensi UMKM lokal.
Salah satu sorotan publik adalah kehadiran desainer kondang, Ivan Gunawan. Kehadirannya memberi energi baru bagi pelaku UMKM, khususnya di bidang fashion, agar berani menembus pasar global.
Dalam sesi berbagi pengalaman, Ivan menekankan pentingnya pelaku UMKM mempertahankan identitas lokal dalam produk mereka.
“Motif lokal itu harus menjadi identitas. Tapi pilihlah bahan yang ringan agar tetap terlihat mewah dan elegan,” ujarnya.
Selain menekankan motif dan bahan, Ivan juga menyoroti tren hijab yang masih mendominasi pasar dalam negeri maupun luar negeri. Dengan kualitas baik dan harga terjangkau, ia optimistis brand fashion lokal Kepri bisa diterima di kancah internasional.
“Pelaku usaha harus tahu target market, menentukan ke mana produk akan dijual, dan membangun strategi pemasaran yang tepat,” tambahnya.
Tak hanya Ivan Gunawan, GMP 2025 juga melibatkan sejumlah desainer, pakar, dan pelaku fashion lain untuk berbagi pengalaman sekaligus memotivasi UMKM agar lebih percaya diri menembus pasar global.
BI Kepri menegaskan bahwa GMP bukan sekadar pameran, tetapi juga wadah penguatan kapasitas UMKM dalam menghadapi tantangan globalisasi dan persaingan.
Pada malam pembukaan, opening ceremony diisi dengan fashion show yang menampilkan produk hasil kurasi, inkubasi, dan pelatihan yang dilakukan BI Kepri bersama UMKM. Selain itu, berbagai talkshow turut digelar, membahas UMKM halal, digitalisasi usaha, dan strategi ekspor, serta memaparkan capaian penjualan dan program pembiayaan yang telah digulirkan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, BI Kepri berharap Gebyar Melayu Pesisir menjadi momentum nyata bagi UMKM Kepri untuk naik kelas. Dukungan dari desainer, pakar, hingga jejaring bisnis diharapkan mampu memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal di tingkat internasional.
“GMP adalah bagian dari upaya mendorong UMKM lebih tangguh, kreatif, dan kompetitif. Harapannya, produk lokal Kepri semakin dikenal dunia,” ujar Adik Afrinaldi, Asisten Direktur sekaligus Ketua Panitia GMP 2025.
Gebyar Melayu Pesisir 2025 berlangsung selama empat hari, mulai 21 hingga 24 Agustus 2025. Berbagai agenda utama disiapkan, mulai pameran UMKM, lomba band, talkshow, lomba yel-yel, paduan suara, lomba mewarnai, tari kreasi, kompang, fun run, hingga penampilan artis nasional pada closing ceremony.
Dengan rangkaian acara yang padat dan melibatkan banyak pihak, GMP 2025 diharapkan menjadi etalase kebangkitan UMKM Kepri menuju pasar internasional. (*)
Reporter : Azis Maulana
Editor : RATNA IRTATIK