Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Seorang anak kelas III SD di Sekupang, Kota Batam, meninggal dunia akibat diabetes. Anak tersebut diketahui berbadan kurus, berbeda dengan anggapan umum bahwa penyakit ini hanya menyerang anak dengan obesitas.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi, menegaskan diabetes pada anak tidak selalu identik dengan berat badan berlebih. Kasus di Sekupang ini mengarah pada Diabetes Mellitus (DM) Tipe 1, yang justru lebih sering menyerang anak berbadan kurus atau dengan berat badan normal.
“Banyak orang mengira diabetes hanya menyerang anak obesitas. Padahal, anak kurus pun bisa terkena diabetes, terutama Diabetes Tipe 1. Penyakit ini terjadi karena kerusakan sel beta pankreas akibat autoimun, sehingga pankreas tidak mampu memproduksi insulin,” jelas Didi, Rabu (20/8).
Ia menjelaskan, gejala khas DM Tipe 1 pada anak adalah sering merasa haus, sering kencing, cepat lapar, namun berat badan terus menurun. Kondisi ini berbeda dengan DM Tipe 2 yang lebih banyak menyerang anak obesitas akibat resistensi insulin.
Menurut data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), prevalensi DM Tipe 1 pada anak di Indonesia meningkat tajam dari 0,028 per 100.000 jiwa pada 2010 menjadi sekitar 2 per 100.000 jiwa pada 2023. Total kasus yang dilaporkan mencapai 1.645 anak. Sementara itu, data Riskesdas 2019 menunjukkan sekitar 0,004 persen kasus diabetes di Indonesia terjadi pada kelompok usia 5–14 tahun.
“Untuk di Batam, data spesifik diabetes anak masih kami kumpulkan. Nanti akan kami sampaikan secara resmi,” ujarnya.
Didi mengingatkan orang tua agar lebih peka terhadap gejala sejak dini sekaligus mencegah risiko diabetes pada anak. Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga pola makan sehat, menghindari konsumsi tinggi gula sederhana seperti permen, minuman manis, dan kue kemasan.
Sebaliknya, anak dianjurkan memperbanyak konsumsi sayur, buah, protein sehat, dan karbohidrat kompleks.
Selain itu, anak perlu aktif bergerak minimal 60 menit per hari, menjaga berat badan ideal, mengurangi waktu layar (screen time), serta melakukan pemeriksaan gula darah bila ada riwayat keluarga dengan diabetes.
“Proporsi kasus diabetes pada anak memang kecil, tetapi dampaknya sangat serius. Karena itu, orang tua harus lebih peka terhadap gejala agar anak bisa segera mendapat penanganan medis,” pungkasnya. (***)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK