Buka konten ini

SPIELBERG (BP) – Francesco Bagnaia sempat mengeluhkan motor GP25. Motor ini dinilai tidak memiliki akselerasi baik saat Grand Prix Austria akhir pekan lalu.
Masalah itu membuatnya hanya bisa finis di posisi kedelapan di Sirkuit Red Bull Ring. Hasil yang membuat Pecco -sapaan akrabnya- frustasi dan hilang kesabaran dengan Ducati.
Meski begitu, Fabio Di Giannantonio, pembalap VR46 yang juga mengendarai GP25, justru memberi pujian. Padahal, dia gagal finis di Austria karena mengalami masalah mesin.
Kadang kami menemukanset-up yang tepat, kadang tidak. Tapi tetap saja, ini adalah motor terbaik yang pernah saya kendarai di MotoGP,” kata Diggia -sapaan akrabnya- dilansir dari Crash.
Ya, meski gagal finis, tapi Diggia setidaknya sudah meraih tiga kali podium musim ini. Itu merupakan peningkatan setelah musim lalu dia tidak sekalipun finis di tiga besar.
Satu-satunya masalah yang dia rasakan adalah inkonsistensi. Pembalap Italia itu pernahstartdari posisi ke-2 hingga 17, serta finis balapan dari posisi ke-3 hingga 16. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG