Buka konten ini

SAGULUNG (BP) – Rencana pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di lahan fasilitas umum (fasum) Perumahan Grand Jaelynne, Kelurahan Sagulung Kota, Kecamatan Sagulung, akhirnya mendapat lampu hijau dari warga. Setelah sebelumnya sempat menuai penolakan, warga kini bersedia mendukung pembangunan tersebut usai mendapat penjelasan langsung di lapangan.
Camat Sagulung, M Hafiz, mengatakan pihaknya turun langsung ke lokasi pada Rabu (13/8) bersama Kapolsek dan Danramil. Langkah itu dilakukan setelah menerima informasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pelaksana pembangunan.
“Kebetulan saat itu ada rapat di kantor camat. Sekalian saya ajak Kapolsek dan Danramil untuk bertemu masyarakat,” ujar Hafiz.
Menurut Hafiz, penolakan warga muncul karena khawatir keberadaan Pustu akan menimbulkan masalah baru di lingkungan perumahan. Namun, setelah mendapat penjelasan detail mengenai fungsi dan manfaatnya, warga bisa memahami dan menerima.
“Alhamdulillah, warga akhirnya mendukung pembangunan ini,” ucapnya.
Lurah Sagulung Kota, Rendi Ifandila, menambahkan, kekhawatiran warga lebih mengarah pada aspek keamanan. Mereka khawatir Pustu berpotensi meningkatkan risiko orang tak dikenal keluar masuk kawasan perumahan.
“Tanpa adanya Pustu saja, warga pernah kebobolan rumahnya. Jadi mereka cemas kalau dengan adanya Pustu risikonya semakin besar,” kata Rendi.
Untuk mengantisipasi hal itu, pihak kelurahan dan kecamatan telah menyiapkan sejumlah solusi. Salah satunya meminta Dinkes mengajukan surat resmi ke Satpol PP agar menempatkan petugas sejak proses pembangunan hingga operasional Pustu pada jam kerja.
“Tujuannya menjaga aset Pemko Batam sekaligus mendukung keamanan perumahan,” tegas Rendi.
Selain keamanan, lanjutnya, keberadaan Pustu juga akan membawa manfaat bagi lingkungan. Lokasi yang sebelumnya gelap akan menjadi terang karena adanya tambahan penerangan. Kehadiran tenaga medis juga akan memberi rasa aman karena siaga 24 jam.
“Jika ada kondisi darurat, warga bisa langsung mendapat pertolongan,” ujarnya.
Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menjelaskan pembangunan Pustu di Sagulung merupakan bagian dari Program Integrasi Layanan Primer (ILP) Kementerian Kesehatan. Program ini bertujuan memperluas jangkauan layanan kesehatan dasar di wilayah padat penduduk maupun jauh dari puskesmas induk.
“Pustu bukan rumah sakit besar yang menimbulkan antrean panjang atau kemacetan. Layanannya sederhana, seperti pemeriksaan dasar, imunisasi, penanganan awal penyakit, dan edukasi kesehatan. Dengan adanya Pustu, warga tidak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan layanan dasar,” kata Didi. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK