Buka konten ini

Gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD City, Tangerang, berakhir pada 3 Agustus lalu dan mencatatkan capaian yang kontras. Di satu sisi, industri otomotif masih menunjukkan daya tarik tinggi dengan transaksi mencapai lebih dari 38 ribu unit kendaraan, naik 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun di sisi lain, total nilai penjualan justru menurun, menandakan pelemahan daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, menegaskan, meski nilai transaksi secara nominal turun, peningkatan jumlah unit yang terjual adalah sinyal positif. “Persaingan harga yang semakin ketat membuat harga mobil baru lebih kompetitif. Bagi masyarakat ini hal yang baik, karena mereka punya lebih banyak pilihan kendaraan dengan harga lebih terjangkau,” ujar Yohannes Nangoi dalam keterangannya pada Selasa (19/8).
GIIAS 2025 menghadirkan lebih dari 60 merek otomotif global. Tercatat, 485.569 pengunjung hadir selama pameran. Event itu membuktikan bahwa otomotif masih menjadi sektor yang diminati di tengah pengetatan konsumsi rumah tangga akibat pelemahan ekonomi.
Banyak ekonom sebelumnya mencatat, tren ini menunjukkan pergeseran perilaku konsumen. Masyarakat lebih berhati-hati dalam pengeluaran, namun tetap menempatkan kendaraan sebagai kebutuhan penting.
Penurunan daya beli juga dipicu oleh tekanan inflasi dan kenaikan biaya hidup, membuat masyarakat lebih selektif sebelum melakukan pembelian besar.
Gaikindo menilai pencapaian GIIAS 2025 sebagai bukti bahwa industri otomotif Indonesia tetap resilien. Kehadiran pemerintah, pelaku industri, hingga UMKM otomotif menjadi bagian penting dalam menggerakkan ekosistem otomotif di tanah air.
Semangat ini akan dilanjutkan lewat rangkaian GIIAS The Series 2025, yang akan digelar di Surabaya (27–31 Agustus), Semarang (24–28 September), Bandung (1–5 Oktober), dan ditutup di Makassar (5–9 November). Kehadiran di berbagai kota diharapkan bisa mendorong pertumbuhan industri sekaligus menjaga optimisme pasar di tengah tantangan daya beli yang melemah. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY