Buka konten ini

LINGGA (BP) – Kericuhan terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, pada Selasa (19/8), akibat konflik internal antarkelompok penghuni. Insiden ini mendorong pihak Lapas untuk mengambil langkah cepat guna mencegah konflik lebih lanjut.
Kepala Lapas Dabo Singkep, Jaka Putra, mengungkapkan bahwa kericuhan dipicu oleh ego dan ketegangan antarsesama warga binaan. Meskipun tidak terjadi bentrokan fisik, perselisihan berupa adu mulut dan saling maki menyebabkan ketidaknyamanan di dalam blok hunian.
‘‘Jadi warga binaan ini ada yang bukan berasal dari Dabo Singkep. Mereka meminta untuk dipindahkan kembali ke Tanjungpinang, dan permintaan itu sudah kami tindak lanjuti,’’ ujar Jaka saat dikonfirmasi.
Sebagai langkah preventif, sebanyak 11 warga binaan yang terlibat dalam ketegangan tersebut saat ini telah dititipkan sementara di Mapolres Lingga. Mereka dijadwalkan diberangkatkan ke Lapas Tanjungpinang pada Rabu (20/8).
Menurut informasi yang dihimpun, para warga binaan yang dipindahkan merupakan pelaku tindak pidana berat seperti perampokan, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan narkoba.
Saat ditanya mengenai adanya kerusakan atau korban dalam insiden tersebut, Jaka enggan memberikan keterangan rinci. ‘‘Kalau untuk kerusakan itu biasa lah,’’ ujarnya singkat.
Situasi di Lapas Dabo Singkep saat ini dilaporkan telah kembali kondusif. Pihak Lapas berharap langkah pemindahan ini dapat mengurangi potensi konflik dan menjaga stabilitas keamanan di dalam lembaga pemasyarakatan. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : iman wachyudi