Buka konten ini

NUSANTARA (BP) – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mematangkan langkah menuju pembentukan pemerintahan daerah khusus (pemdasus). Terbaru, delapan titik patok batas sementara telah ditetapkan sebagai penanda wilayah.
“Berita acara kesepakatan pemasangan pilar batas sementara sudah saya tandatangani. Selanjutnya, proses akan diteruskan bersama Panitia Penegasan Batas Daerah melalui Kementerian Dalam Negeri,” ujar Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan OIKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, dikutip dari Kaltim Post.
IKN memiliki luas 256 ribu hektare, empat kali lipat Jakarta. Di dalamnya terdapat tujuh kecamatan, 32 kelurahan, dan 22 desa. Jika sebelumnya batas wilayah hanya ditetapkan secara imajiner, kini hasil pemetaan lapangan telah diperoleh melalui survei bersama masyarakat, pemerintah daerah Penajam Paser Utara (PPU), serta Kutai Kartanegara (Kukar).
Mengenai kapan pemdasus resmi berdiri, Thomas menegaskan hal itu menunggu terbitnya keputusan presiden (keppres) pemindahan IKN. Pasal 39 Undang-Undang IKN mengatur bahwa peta jalan, deliniasi kawasan, hingga kodifikasi wilayah baru berlaku setelah keppres diteken.
“Apakah nantinya warga Nusantara akan memiliki KTP sendiri, jawabannya akan terlihat setelah keppres keluar,” ucapnya.
Sampai kini, keppres tersebut belum ditandatangani. Presiden Joko Widodo tidak meneken hingga akhir masa jabatannya, begitu pula penggantinya, Prabowo Subianto. Artinya, secara hukum, Jakarta masih berstatus ibu kota negara. Jika keppres terbit, dampaknya akan besar sebagaimana diatur konstitusi.
Perayaan Hari Kemerdekaan di Nusantara
Tahun ini, upacara kenegaraan Hari Kemerdekaan tidak digelar di IKN. Namun, Otorita IKN tetap menyelenggarakan peringatan HUT ke-80 RI secara mandiri pada 15–17 Agustus.
Kegiatan diawali dengan penanaman pohon massal, dilanjutkan Apel Penghormatan dan Malam Renungan Suci di Taman Kusuma Bangsa. Puncaknya, pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih pada 17 Agustus dilaksanakan di Plaza Seremoni, dengan Kepala OIKN Basuki Hadimuljono bertindak sebagai inspektur upacara.
Suasana sakral turut dimeriahkan oleh Addie MS bersama Twilite Orchestra yang mengiringi Malam Renungan Suci serta paduan suara pada saat pengibaran bendera.
“Kami tampil tanpa sound system, hanya untuk kebutuhan live streaming. Penataan acaranya luar biasa, dengan latar istana dan atmosfer Taman Kusuma Bangsa yang sangat berkesan,” kata Addie usai acara, Sabtu (16/8) malam. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO