Buka konten ini

BULANG (BP) – Polsek Bulang memasang sejumlah spanduk imbauan di sekitar Jembatan 2 dan 3 Barelang, Kota Batam, sebagai langkah preventif mencegah aksi bunuh diri. Spanduk berwarna kuning terang itu terpasang di sisi kanan dan kiri jembatan, agar mudah terlihat oleh pengendara maupun pejalan kaki yang melintas.
Isi pesan dalam spanduk dibuat singkat, tegas, dan menguatkan. Beberapa di antaranya berbunyi, “Jangan coba-coba melompat di jembatan ini dan di tempat lainnya. Sayangi nyawamu, ibu sudah susah payah melahirkan kamu,” dan “Terima kasih untuk tidak melakukan percobaan bunuh diri… kamu hebat.”
Kapolsek Bulang, Iptu Adyanto Syofyan, mengatakan pemasangan spanduk ini merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap keselamatan jiwa masyarakat.
“Kami ingin mengingatkan bahwa setiap nyawa berharga, dan selalu ada jalan keluar selain mengakhiri hidup,” ujarnya, Jumat (15/8).
Ia menekankan, siapa pun yang tengah menghadapi masalah sebaiknya tidak memendam beban sendirian. “Kalau ada masalah, bicarakan dengan orang terdekat atau hubungi kami. Selalu ada jalan keluar yang lebih baik,” tambahnya.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kejadian yang sempat menghebohkan media sosial baru-baru ini. Dalam tiga bulan terakhir, tercatat sudah ada dua orang yang mengakhiri hidup dengan melompat dari Jembatan Barelang, keduanya ditemukan meninggal dunia.
Peristiwa serupa kembali terjadi pada Kamis (14/8) dini hari, ketika warga mendapati seorang perempuan yang diduga hendak melompat dari Jembatan 2 Barelang. Beruntung, sejumlah warga sigap menarik perempuan tersebut sebelum terjun, lalu membawanya ke Pos Ditpam Jembatan 1 untuk mendapat pertolongan.
Menurut Adyanto, pemasangan spanduk bukan sekadar formalitas, melainkan diharapkan menjadi pengingat bahwa hidup selalu punya harapan. Ia juga mendorong peran keluarga, sahabat, dan lingkungan sekitar untuk saling menguatkan.
Pihaknya berkomitmen terus melakukan upaya pencegahan, baik melalui patroli rutin di area jembatan maupun penambahan media imbauan di titik-titik rawan.
“Kami tidak ingin ada lagi korban. Setiap nyawa terlalu berharga untuk hilang dengan cara seperti itu,” tegasnya. (***)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK