Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Saat ini masyarakat Karimun merasa resah, akibat kelangkaan beras yang sudah terjadi beberapa pekan. Hampir, mini market, warung-warung kecil maupun mini market besar stok beras kosong dan tempat beras diisi dengan barang lainnya. Seperti mi instan, tepung, roti dan sebagainya. ”Gimana Bupati Karimun ini, masyarakat sudah resah beras hilang dari pasaran. Walaupun, ada gerakan pangan murah bukan menjadi solusi. Nyatanya, sekarang beras tidak ada. Termasuk beras bulog,” terang Kamlis, salah satu tokoh masyarakat Karimun, Jumat (15/8).
Dirinya mempertanyakan, kenapa tidak ada solusi cepat dari Pemda Karimun dalam mengatasi kelangkaan beras di Karimun ini. Sebab, makanan utama masyarakat Karimun beras bukan sagu. Hal ini dikarenakan, masyarakat Karimun beragam suku yang sudah membaur.
”Ngade-ngade aje, masak disuruh makan sagu. Manalah, cocok kita di Karimun ini. Anda bisa lihat sendiri di pasar maupun kedai atau mini market kan kosong beras,” ungkapnya.
Sementara itu, pimpinan Bulog Batam, Guido XL Pereira, ketika dikonfirmasi mengatakan, untuk stok beras Bulog sendiri hingga sekarang mencapai 362.780 kilogram. Artinya, untuk stok beras Bulog di Karimun masih tersedia dan cukup. Dan, pihaknya sudah melakukan kegiatan gerakan pangan murah yang bekerja sama dengan Pemda Karimun, Kodim 0317 TBK, Polres Karimun untuk menjual langsung beras merek Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan ukuran 5 kilogram.
”Masih cukuplah di gudang kita, kalau kurang kita bisa stok lagi berapa kebutuhan di Karimun,” tuturnya.
Sedangkan, untuk ritel, mini market atau lainnya yang akan menjual beras Bulog sendiri harus mendaftar dahulu sebagai mitra Bulog. Sehingga, ritel, mini market atau lainnya tersebut bisa menjual beras bulog kepasaran nantinya sesuai jumlah permintaan.
”Kita terbuka, silahkan menjual beras Bulog SPHP ke masyarakat langsung. Tapi, sampai sekarang belum ada yang mendaftar ke Bulog,” jelasnya.
Hingga sekarang, lanjut Guido lagi pihaknya telah menyalurkan beras bulog kepada rumah pangan yang setiap pekan disalurkan 10 ton beras. Dengan demikian, khusus beras bulog masih tersedia di gudang Bulog dan silahkan untuk menjadi mitra Bulog untuk menjual beras Bulog kepada masyarakat secara langsung.
”Bulog Batam melayani wilayah batam dan karimun, jadi tidak ada masalah kalau stok beras Bulog,” tegasnya.
Pantauan di lapangan, baik itu di pasar Puan Maimun, pasar Meral, pasar PN maupun mini market di beberapa titik stok beras terlihat kosong. (*)
Reporter : TRI HARYONO
Editor : Iman Wachyudi