Buka konten ini

Korsel (BP) – Mantan Ibu Negara Korea Selatan, Kim Keon Hee, resmi ditangkap pada Rabu (13/8) atas dugaan korupsi, memicu situasi politik yang belum pernah terjadi sebelumnya di negeri K-Pop itu.
Kim kini menjadi tahanan bersama suaminya, mantan Presiden Yoon Suk Yeol, yang sudah lebih dulu dipenjara sejak Juli 2025.
Penangkapan dilakukan setelah Pengadilan Distrik Pusat Seoul mengabulkan permintaan jaksa khusus yang memimpin penyelidikan besar-besaran terhadap Kim.
Dikutip dari Guardian, jaksa menjerat Kim dengan tiga dakwaan: manipulasi harga saham, penerimaan dana politik ilegal, dan gratifikasi berupa barang mewah.
Total keuntungan yang diduga ia peroleh mencapai lebih dari KRW 800 juta (sekitar Rp10,4 miliar) dari skandal saham Deutsch Motors, sebuah diler BMW lokal, yang terjadi antara 2009 hingga 2012.
Selain itu, Kim dituding menerima dana politik ilegal senilai KRW 270 juta lewat jasa survei opini publik gratis untuk memengaruhi pemilihan kandidat Partai Kekuatan Rakyat pada pemilu sela 2022.
Dakwaan ketiga menyebut ia menerima hadiah mewah seperti tas Chanel dan perhiasan dari Gereja Unifikasi melalui perantara seorang dukun, sebagai imbalan atas dukungan proyek pembangunan di Kamboja.
Kim telah menjalani pemeriksaan selama tujuh jam pada pekan lalu sebelum surat perintah penangkapan diajukan.
Dalam sidang yang berlangsung empat setengah jam, Kim membantah semua tuduhan dan mengeluhkan kasus-kasus lama yang kembali dibuka.
Ia akan ditahan di Pusat Penahanan Nambu, terpisah dari Yoon Suk Yeol yang mendekam di Pusat Penahanan Seoul terkait penyelidikan upaya gagal pemberlakuan darurat militer pada akhir 2024.
Selain kasus korupsi, Kim Keon Hee merupakan mantan eksekutif perusahaan pameran seni. Ia pernah dikenal memiliki pengaruh besar di balik layar pemerintahan Yoon.
Namun masa jabatannya dibayangi kontroversi, termasuk skandal tas Dior dan pencabutan gelar master serta doktoral karena dugaan plagiarisme. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : Iman Wachyudi