Buka konten ini

BATAM (BP) – Proyek pelebaran Jalan Ahmad Yani dari Mukakuning menuju Kepri Mall memasuki tahap akhir. Sebagian ruas sudah menjadi lima lajur.
Namun, di tengah progres tersebut, pengguna jalan mengeluhkan adanya lubang besar di bahu jalan yang membahayakan, terutama pada malam hari atau saat hujan deras.
Pantauan di lapangan, Kamis (14/8), lubang itu berada di jalur baru yang belum sepenuhnya dicor. Meski sudah diberi pembatas dan pita pengaman, posisinya yang dekat jalur kendaraan membuat pengendara rawan terperosok, khususnya saat lalu lintas padat.
Anita, salah seorang pengguna jalan, mengaku pernah menyaksikan langsung kecelakaan di titik itu.
“Kemarin ada pengendara motor jatuh karena bannya masuk lubang. Untungnya hanya lecet, tapi kalau tidak hati-hati bisa berbahaya sekali,” ujarnya.
Ia berharap kontraktor mempercepat penyelesaian proyek agar lalu lintas lebih lancar dan aman.
Hendri, warga Batuaji yang rutin melintas di jalan tersebut, juga merasa was-was.
“Kalau siang masih kelihatan jelas, tapi malam minim penerangan. Kita harus ekstra hati-hati. Harapannya lubang segera ditutup dan jalannya bisa digunakan penuh,” katanya.
Selain lubang, warga mengeluhkan rambu dan pembatas proyek yang dianggap kurang mencolok. Mereka meminta kontraktor menambah lampu penerangan dan tanda peringatan untuk mengurangi risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang belum terbiasa dengan kondisi jalan ini.
Selama pengerjaan, arus lalu lintas di ruas Ahmad Yani kerap tersendat karena pengguna jalan harus berbagi jalur dengan kendaraan proyek. Kondisi ini semakin parah di jam sibuk, sehingga warga berharap pelebaran segera selesai dan bisa digunakan sepenuhnya.
Pelebaran Jalan Ahmad Yani merupakan salah satu proyek strategis untuk mengurai kemacetan di jalur utama Batamcenter–Mukakuning. Pemerintah menargetkan proyek ini dapat meningkatkan kapasitas dan mempercepat konektivitas ke kawasan industri.
Namun, hingga kini pihak kontraktor belum memberikan keterangan resmi mengenai jadwal pasti penyelesaian proyek maupun penanganan cepat titik-titik berbahaya.
Sebagian jalur sudah dicor beton dan dalam tahap pengeringan, sementara ruas lain masih dalam persiapan pengerasan.
Warga menegaskan keselamatan harus menjadi prioritas selama proses pembangunan.
“Jalan lebar dan mulus itu penting, tapi keamanan selama pengerjaan jangan diabaikan,” tegas Anita.
Dengan progres yang hampir rampung, masyarakat berharap pelebaran dapat dilanjutkan hingga Batuaji, mulai simpang Dam hingga Bukit Daeng.
Jika terhubung, jalur lima lajur dari Mukakuning hingga Sagulung diyakini bisa mengurai kemacetan di wilayah tersebut. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK