Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Keterlambatan pembayaran gaji memicu ketegangan di kawasan Sei Harapan, Sekupang, Kamis (14/8) siang. Sekitar 30 pekerja mendatangi lokasi kontraktor PT Asia Sawita Sejahtera Nusantara (ASSN) untuk menuntut hak mereka.
Suasana sempat memanas hingga Bhabinkamtibmas Kelurahan Sungai Harapan, Polsek Sekupang, Aiptu Syefriadi, turun tangan. Begitu menerima laporan, ia segera menuju lokasi dan mengajak pekerja serta pihak kontraktor bermusyawarah di Mapolsek Sekupang demi mencegah keributan.
“Kami ingin semua pihak tenang, duduk bersama, dan menemukan solusi yang adil,” ujarnya.
Mediasi berlangsung lebih dari satu jam di ruang pertemuan Polsek. Para pekerja memaparkan keluhan terkait gaji yang belum dibayarkan. Pihak kontraktor menjelaskan kondisi mereka, dan akhirnya disepakati bahwa pembayaran gaji akan diserahkan kepada pemborong yang bertanggung jawab menyalurkannya kepada para pekerja.
Kesepakatan ini dituangkan dalam surat pernyataan resmi, ditandatangani kedua pihak, dan disaksikan Bhabinkamtibmas serta Ketua RT setempat. Meski awalnya kecewa, para pekerja akhirnya menerima hasil mediasi dan membubarkan diri dengan tertib.
Kapolsek Sekupang, Kompol Hippal Tua Sirait, mengapresiasi langkah cepat anggotanya. “Ini bukti bahwa penyelesaian masalah bisa dilakukan dengan pendekatan humanis tanpa kekerasan. Hal ini sejalan dengan program Presisi Kapolri,” ujarnya.
Ia mengimbau pelaku usaha dan masyarakat untuk menangani persoalan ketenagakerjaan secara profesional, terbuka, dan sesuai hukum. “Hindari tindakan melawan hukum atau kekerasan dalam menyampaikan aspirasi. Libatkan aparat kepolisian agar ketertiban bersama terjaga,” katanya.
Kapolsek menegaskan, Polsek Sekupang siap menjadi mitra masyarakat dalam menyelesaikan persoalan secara dialogis. “Mari kita bangun Batam yang aman, tertib, dan sejahtera,” pungkasnya. (***)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK