Buka konten ini

BATAM (BP) – SMK Negeri 10 Batam, sekolah menengah kejuruan yang baru berdiri berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 341 Tahun 2024, terus mempersiapkan siswanya agar siap bersaing di dunia kerja. Sekolah ini menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan, mulai dari industri perkapalan, migas, hingga teknologi digital.
Salah satu kerja sama strategis dilakukan dengan PT BBS, perusahaan galangan kapal, melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 16 Juli 2024. Direktur PT BBS, Yahya Bin Usman, mengatakan pihaknya berkomitmen membimbing siswa berbakat di jurusan Teknik Pengelasan.
“Kami ingin lulusan SMK Negeri 10 Batam mampu berkarya di industri galangan kapal maupun migas, baik di PT BBS maupun perusahaan sejenis lainnya. Saya tidak mau lulusan SMK ini menjadi penyumbang angka pengangguran di Kota Batam,” tegas Yahya, Rabu (13/8).
Bentuk kerja sama ini diwujudkan melalui Program Murid Belajar di Industri (PMBdI) yang mulai berjalan pada 25 Juli 2025. Program ini berlangsung setahun dengan empat gelombang, masing-masing diikuti 20 siswa selama tiga bulan. Para peserta akan dibimbing tenaga ahli bersertifikat kompetensi nasional dan internasional dengan materi pengelasan sesuai kebutuhan industri.
“Sekolah dan industri harus link and match. Kebutuhan industri terus berkembang, sehingga lulusan tidak boleh ketinggalan teknologi, sistem, dan kualifikasi,” ujar Yahya.
Selain untuk siswa, program magang juga diberikan kepada guru agar pendidik dapat mengikuti perkembangan industri dan menyesuaikan pembelajaran di kelas.
Di bidang teknologi digital, SMK Negeri 10 Batam menggandeng Infinite Learning di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park. Kerja sama ini meliputi penyelarasan kurikulum, pelatihan siswa dan guru, serta ekstrakurikuler keamanan siber (cyber security).
Ekstrakurikuler tersebut dibuka Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepri di Kota Batam, Kasdianto, S.Pd., pada 8 Agustus 2025. Ia mengapresiasi perkembangan sekolah yang baru memasuki tahun kedua ini. “SMK Negeri 10 Batam sudah mampu menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan besar. Ini pencapaian yang patut dibanggakan,” katanya.
Fasilitas laboratorium RPL sekolah yang berlokasi di depan Polda Kepri ini dilengkapi 32 komputer, dua unit AC bantuan Universitas Internasional Batam (UIB), instalasi listrik dari PT Bintan Offshore Marine Center (BOMC), serta teralis hasil karya siswa Teknik Pengelasan dengan dukungan bahan dari PT BBS. Fasilitas ini digunakan untuk praktik, kegiatan ekstrakurikuler, dan pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) perdana sekolah.
Mentor Infinite Learning, Marsani, menegaskan pentingnya keamanan siber di era digital. “Kesempatan belajar seperti ini harus dimanfaatkan maksimal oleh siswa,” ujarnya.
Kepala SMK Negeri 10 Batam, Herlina, menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, mitra industri, instansi, universitas, masyarakat, para guru, dan orang tua/wali murid atas dukungan membangun sekolah baru ini. “Kami ingin mencetak lulusan yang beradab, berprestasi, dan kompeten, sehingga siap bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” pungkasnya. (***)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK