Buka konten ini

Kasus penyakit tidak menular (PTM) di Tanjungpinang terus meningkat dalam dua tahun terakhir. Data Dinas Kesehatan Tanjungpinang mencatat, jumlah penderita hipertensi pada 2023 mencapai 25.319 kasus. Angka itu melonjak menjadi 42.367 kasus pada 2024.
Kenaikan juga terjadi pada diabetes melitus. Pada 2023, tercatat 4.292 kasus, dan pada 2024 naik menjadi 4.580 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam, mengatakan, peningkatan tersebut dipicu berbagai faktor risiko, seperti pola makan tidak sehat, seperti kebiasaan merokok, konsumsi gula, garam, dan lemak berlebihan, serta minimnya aktivitas fisik.
“Faktor-faktor ini menyebabkan perubahan fisiologis tubuh, seperti peningkatan tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga obesitas yang memicu PTM,” jelas Rustam, Selasa (12/8).
Ia menegaskan, lonjakan kasus PTM menjadi tantangan serius di sektor kesehatan, karena dapat berdampak pada produktivitas dan menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurutnya, pengendalian PTM harus difokuskan pada pencegahan agar masyarakat yang sehat tidak masuk dalam kategori berisiko tinggi atau mengalami komplikasi.
“Upaya yang dapat dilakukan antara lain menerapkan pola makan seimbang, rutin berolahraga, membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” tegasnya. (***)
Reporter : YUSNADI NAZAR
Editor : GALIH ADI SAPUTRO