Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Peran perempuan dalam menjaga integritas demokrasi menjadi sorotan dalam peluncuran dan bedah buku Srikandi Mengawasi Pemilu yang digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI di Ballroom Hotel Asia Link, Batam, Selasa (12/8). Buku ini memuat kisah perempuan pengawas pemilu sekaligus upaya merekonstruksi sejarah yang kerap bias patriarki dan kolonialisme.
Ketua Panitia, Haryo Sudrajat, menyebut kegiatan ini sebagai ajang refleksi dan apresiasi terhadap peran penting perempuan dalam pengawasan pemilu.
“Perempuan bukan sekadar pemilih. Mereka juga pelopor, penggerak, dan pengawas demokrasi,” ujarnya.
Ketua Bawaslu Kepri, Zulhadril Putra, mengatakan Batam dipilih karena strategis dan baru pertama kali menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.
“Kami ingin memberikan fasilitasi terbaik agar kegiatan ini bermanfaat dan menyemangati kawan-kawan pengawas di daerah,” katanya.
Editor buku sekaligus Tenaga Ahli Bawaslu RI, Apriyanti Marwah, menilai Batam memiliki banyak kisah perjuangan perempuan yang belum terungkap.
“Buku ini mengingatkan kita pada peran besar perempuan yang ikut berpikir, bergerak, bahkan berjuang di medan perang,” ujarnya.
Buku ini ditulis oleh 30 penulis, termasuk dua perempuan Bawaslu Kepri, Maryamah dan Rosnawati. Maryamah mengungkap tantangan ganda perempuan pengawas pemilu, antara tugas lapangan dan urusan domestik. “Kepentingan negara harus diutamakan. Masalah pribadi disimpan untuk diselesaikan nanti,” katanya.
Sementara Rosnawati bercerita tentang perjuangannya menembus stigma di dunia pengawasan pemilu. “Banyak yang meragukan kemampuan saya memimpin divisi penanganan pelanggaran. Saya membuktikan dengan kerja nyata dan kolaborasi,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan rangkaian peluncuran buku yang telah digelar di Aceh dan Sumatera Selatan. Setelah Batam, bedah buku akan dilanjutkan di daerah lain di Indonesia. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : RATNA IRTATIK