Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Gregoria Mariska Tunjung berharap bisa tampil maksimal pada Kejuaraan Dunia yang berlangsung di Paris (25-31 Agustus). Berbagai terapi dia te-rapkan. Mulai dari akupuntur, mengatur pola tidur, dan kans memakai kacamata.
Hal itu tak lepas dari kondisi vertigonya yang belum pulih 100 persen. Saat di China Open lalu, penyakitnya itu kambuh. Dia sempat mengalami pusing setelah tampil di perempat final dan terduduk cukup lama.
Peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 itu menyebutkan bahwa trigger kambuhan itu karena sorot lampu. Sebab, di babak 32 besar dan 16 besar tidak ada lampu sorot, sementara di delapan besar ada. “Jadi lampunya itu kemana-mana,” beber pemain yang akrab disapa Jorji itu.
Bahkan, pemain binaan PB Mutiara Cardinal Bandung itu sudah takut saat menjalani pemanasan jelang tampil di perempat final. “Sebenarnya sangat disayangkan saja, kayak enggak pas saja waktu kambuhnya,” tuturnya.
Jorji menuturkan, selama mengidap vertigo, beberapa kali pemicunya adalah lampu. Tak jarang, ia jadi suka kehila-ngan keseimbangan, bahkan muntah. Berdasar saran dokter, ada berbagai cara untuk mencegah vertigo.
“Sempat ada solusi kayak pakai kaca mata hitam dulu kali ya pas masuk lapangan. Cuma sampai sekarang masih dipikirkan,” ujarnya.
Sebelum vertigo, Jorji tak pernah memperhatikan di mana lampu sorotnya. Namun, ketika itu menjadi kelemahannya, dia bisa menanyakan di mana lampu sorotmya.
“Jadi aku bisa ambil posisi mana yang lebih enak. Enggak tahu juga ya, minta lampu sorotnya di mana, semoga saja bisa lebih diperhatikan sekitar supaya tak terjadi lagi,” harapnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG