Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengajak orang tua siswa turut berperan aktif dalam menyukseskan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah. Program ini menyasar seluruh pelajar, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK, untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini.
Kepala Dinas Kesehatan Batam, dr. Didi Kusmarjadi, mengatakan, peran orang tua menjadi kunci dalam keberhasilan skrining kesehatan anak. Mulai dari pengisian formulir pra-pemeriksaan hingga tindak lanjut hasil cek kesehatan yang dilakukan oleh tim medis.
“Formulir itu sangat penting karena berisi riwayat penyakit anak, kebiasaan sehari-hari, hingga kondisi kesehatan terkini. Semakin lengkap dan jujur isinya, semakin akurat juga hasil pemeriksaan,” ujar Didi, Jumat (8/8).
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pengecekan mata, telinga, gigi, dan mulut, tes hemoglobin (Hb), serta evaluasi kebersihan diri seperti kulit, rambut, dan kuku.
Untuk pelajar PAUD dan SD, turut dilakukan skrining tumbuh kembang guna mendeteksi keterlambatan perkembangan dan mencegah stunting sejak dini.
Bagi siswa yang ditemukan memiliki indikasi masalah kesehatan, Dinkes akan langsung mengarahkan ke puskesmas terdekat untuk penanganan lanjutan.
“Contohnya anak dengan rabun jauh, buta warna, atau yang menunjukkan tanda-tanda gangguan tumbuh kembang, akan langsung dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.
Per 5 Agustus 2025, program ini telah menjangkau 7.464 pelajar, terdiri dari 388 siswa PAUD, 3.168 siswa SD, 3.068 siswa SMP, dan 840 siswa SMA.
Dengan total populasi pelajar di Batam mencapai lebih dari 200 ribu anak, Dinkes mengerahkan 21 puskesmas di seluruh kecamatan untuk menjangkau semua sekolah secara bertahap.
Didi menegaskan, keberhasilan program CKG tak hanya bergantung pada kerja tenaga kesehatan, tetapi juga dukungan penuh dari pihak sekolah dan keterlibatan orang tua.
“Kami harapkan orang tua tidak berhenti pada pengisian formulir, tapi juga ikut mengawasi kondisi anak di rumah dan melanjutkan edukasi kesehatan. Ini kolaborasi untuk masa depan generasi sehat Batam,” pungkasnya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK